PERENCANAAN KARIR
Tugas Makalah b
Disusun
oleh
Rendi
Saputra
Ayu
septiyamin
Idha
Purnamawati
Anisaatun
PROGRAM
STUDY EKONOMI ISLAM (2012-2013)
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH JAKARTA
CIRENDEU
– TANGERANG SELATAN
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualikum
wr.wb
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas segala limpahan rahmat, Inayah,
Taufik, dan Hinayahnya. Sehingga kami selaku penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “Perencanaan Karir”
dalam bentuk maupun isinya yang sederhana.
Harapan
kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.
Wassalamualaikum
wr.wb
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah........................................................................................... 1
1.3. Tujuan Pembuatan Makalah........................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 3
2.1. Perencanaan Karir........................................................................................
3
2.2. Jalur
Karir.................................................................................................... .. 6
2.3.
Tanggung
Jawab Pengembangan Karir........................................................ .. 8
2.4. Perkembangan
Minat Karir Dalam Dunia Pekerjaan...................................... 9
2.5. Strategi Dalam Mencapai Karir
Sukses....................................................... 10
BAB III PENUTUP.............................................................................................. 13
3.1. Kesimpulan................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR
BELAKANG
Salah satu kunci sukses dalam berkarier adalah perencanaan yang
matang. Perencanaan tidak hanya dibuat sekali, tetapi harus dilakukan berulang.
Seperti halnya pemeriksaan kesehatan, karier pun butuh dicek secara berkala.
Apalagi jika pekerjaan yang Anda jalani tidak sesuai ekspektasi dan tidak
sesuai dengan bakat dan minat. Segera berpikir untuk menata ulang karier. Tidak
ada kata terlambat untuk melakukannya. Perencanaan karier bukanlah suatu proses
yang sulit ataupun menjadi beban. Bahkan sebaliknya, hendaknya ini dilihat
sebagai proses yang memberikan makna kepada perjalanan karier anda. Proses ini
akan membantu anda mencapai tujuan karier.
Salah satu dorongan orang bekerja pada suatu organisasi, termasuk
perusahaan adalah karena disana kesempatan untuk maju. Sudah menjadi sifat
dasar dari manusia pada umumnya untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari
posisi yang di punyai saat ini, karena itulah mereka menginginkan suatu
kemajuan dalam hidupnya.
Kesempatan untuk maju yang termasuk dalam program pengembangan dapat
diwujudkan jika mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti program pendidikan
dan pelatihan. Program pendidikan dan pelatihan yang mana diikuti perlu
direncanakan dengan baik, agar pada gilirannya mereka mempunyai kesempatan untk
dipromosikan dipindahkan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang mempunyai
status dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
Berikut akan diberikan pemahaman tentang arti penting dan tujuan
perencanaan karir, jalur karir, tanggung jawab pengembangan karir, perkembangan
minat karir dalam dunia pekerjaan, dan strategi mencapai karir sukses.
1.2.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan latar
belakang tersebut diatas maka, masalah yang akan dibahas pada makalah ini
adalah :
1.
Apakah arti
penting, tujuan perencanaan karir dan jalur karirnya?
2.
Seperti apa
tanggung jawab pengembangan karirnya dan bagaimana perkembangan minat karir
dalam dunia pekerjaan?
3.
Bagaimana
strategi mencapai karir yang sukses?
1.3.
TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
Berdasarkan
rumusan masalah diatas tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.
Untuk mengetahui arti, dan tujuan perencanaan karir,
dan jalur karirnya.
2.
Untuk mengetahui tanggung jawab pengembangan karirnya dan perkembangan minat karir dalam
dunia pekerjaan.
3.
Untuk
mengetahui strategi mencapai karir yang sukses.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. PERENCANAAN KARIR
Perencanaan karir adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan
seseorang anggota organisasi sebagai perorangan untuk dapat meniti proses
kenaikan pangkat dan jabatan sesuai dengan persyaratan dan kemampuannya. Melalui
perencanaan karir, setiap individu mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri,
mempertimbangkan kesempatan karir alternatif, menyusun tujuan karir, dan
merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis. Fokus utama dalam
perencanaan karir haruslah sesuai antara tujuan pribadi dan kesempatan-kesempatan
yang secara realistis tersedia.
A. Konsep-konsep dasar perencanaan karir, yakni :
1.
Karir. Karir merupakan seluruh posisi kerja yang
dijabat selama siklus kehidupan pekerjaan seseorang.
2.
Jenjang karir. Jenjang karir merupakan model posisi
pekerjaan berurutan yang membentuk karir seseorang
3.
Jalur karir adalah pola pekerjaan yang berurutan yang
membentuk karir seseorang
4.
Tujuan karir. Tujuan karir merupakan posisi mendatang
yang diupayakan pencapaiannya oleh seseorang sebagai bagian karirnya.
Tujuan-tujuan ini berperan sebagai benchmark sepanjang jenjang karir seseorang
5.
Pengembangan karir. Pengembangan karir terdiri dari
peningkatan pribadi yang dilakukan oleh seseorang dalam mencapai rencana karir
pribadinya.
B. Manfaat
Perencanaan Karir
Adanya perencanaan karir di dalam suatu organisasi baik organisasi swasta
maupun organisasi public pemerintah sangat berguna dan penting bagi sumber daya
manusia mupun bagi kelangsungan hidup organisasi itu sendiri. Berbagai manfaat
perencanaan karir antara lain :
1. Meluruskan
strategi dan syarat-syarat karyawan intern (aligns strategy and internal
staffing). Dengan membantu karyawan di dalam perencanaan karir, departemen
SDM dapat mengantisipasi rencana kerjanya serta mendapatkan bakat yang
diperlukan untuk mendukung strategi perusahaan .
2. Mengembangkan
karyawan yang dapat dipromosikan (develops promotable employees). Perencanaan
karir membantu di dalam penyediaan internal bakat-bakat karyawan yang dapat
dipromosikan guna memenuhi lowongan yang disebabkan oleh pensiun, pengunduran
diri dan pertumbuhan.
3. Memudahkan
penempatan ke luar negri (facilitates international placement)
Perusahaan menggunakan perencanaan karir untuk membantu mengidentifikasi dan menyiapkan penempatan karyawan ke seluruh penjuru dunia.
Perusahaan menggunakan perencanaan karir untuk membantu mengidentifikasi dan menyiapkan penempatan karyawan ke seluruh penjuru dunia.
4. Membantu di
dalam keanekaragaman tenaga kerja (assists with workforce diversity)
Perencanaan karir membantu karyawan yang beraneka ragam latar belakang di dalam mempelajari harapan-harapan perusahaan.
Perencanaan karir membantu karyawan yang beraneka ragam latar belakang di dalam mempelajari harapan-harapan perusahaan.
5. Mengurangi
pergantian (lower turnover)
Meningkatkan perhatian dan kesepakatan karyawan akan
loyalitasnya terhadap perusahaan serta mengurangi tingkat pengunduran diri
karyawan.
6. Menyaring
potensi karyawan (taps employee potential)
Perencanaan
karir mendorong karyawan untuk lebih selektif didalam menggunakan kemampuannya
sebab mereka mempunyai tujuan karir yang lebih khusus.
7. Meneruskan
pertumbuhan pribadi (furthers personal growth)
Perencanaan
karir mendorong karyawan untuk tumbuh dan berkembang.
8. Mengurangi
penimbunan (reduce hoarding)
Perencanaan
karir menjadikan karyawan sadar akan pentingnya kualifikasi karyawan, mencegah
manajer yang mementingkan dirinya sendiri serta menyadarkan bahwa departemen
SDM bukan departemen yang menentukan segala-galanya.
9. Memuaskan
kebutuhan karyawan (satisfies employee needs)
Adanya
kesempatan pada karyawan untuk tumbuh dan berkembang serta terpenuhinya
kebutuhan individu akan harga dirinya menjadikan para karyawan mudah merasa
puas.
10. Membantu
perencanaan tindakan secara afirmatif (assists affirmative action plans)
Perencanaan karir membantu menyiapkan pekerjaan yang lebih penting serta pelaksanaan rencana kegiatan yang telah ditentukan.
Perencanaan karir membantu menyiapkan pekerjaan yang lebih penting serta pelaksanaan rencana kegiatan yang telah ditentukan.
C. Tujuan Perencanaan Karir
1. Memperoleh
kesadaran dan pemahaman diri (acquiring self awareness).
Penilaian kekuatan dan kelemahan individu merupakan
langkah penting dalam perencanaan karir. Salah satu penilaian memungkinkan
individu untuk lebih memahami diri sendiri yang berhubungan dengan tujuan
dan rencana karir. Hasil penilaian ini akan memungkinkan individu untuk
realistis dalam mengevaluasi diri sendiri dan membantu atau menerapkan
karir secara tepat. Pengetahuan untuk perencanaan karir dapat menghindari
ketidakpuasan, kekecewaan, dan ketidakbahagiaan melalui kesadaran diri
yang akurat. Dengan memahami diri sendiri, individu dapat mencapai
kecerdasan kearah efisien dalam kehidupannya dan dapat mulai mengelola
kesulitan yang mungkin terjadi dalam hidupnya. Akhirnya, dengan individu
lebih memahami dan menerima diri sendiri, individu dapat membangun landasan
dalam memahami dan menerima orang lain.
2. Mencapai
kepuasan pribadi.
Mencapai kepuasan karir secara pribadi adalah salah
satu tujuan dalam perencanaan karir. Untuk memperoleh kepuasan dari
pekerjaan, individu harus memahami persyaratan karir dan mengenali minat
beserta keinginannya. Jika Individu biasanya menikmati hidup, individu
mungkin akan puas dengan karirnya atau, lebih spesifik lagi jika individu
puas dengan kejadian sehari-hari yang berurusan dengan pekerjaan positif.
Ketika individu merasa puas dengan pekerjaan, individu akan cenderung
untuk mengekspresikan sikap positif terhadap aspek-aspek lain dari
kehidupannya. Untuk mencapai kepuasan pribadi, individu mencari gaji atau
bayaran yang lebih memadai dan hadiah yang berwujud. Faktor-faktor yang
berkontribusi untuk kepuasan individu adalah kondisi bekerja, tantangan,
dan hubungan interpersonal. Beberapa studi menunjukkan bahwa pekerja yang
kurang terdidik, tidak terampil, dan lebih muda mengalami kepuasan kerja
kurang dari pada pekerja profesional, pekerja teknik, pekerja kantor, dan
pemilik bisnis yang independen.
3. Mempersiapkan
diri untuk memperoleh penempatan dan penghasilan yang sesuai (preparing
for adequate placement).
Individu yang akan mencari pekerjaan harus dirancang
secara khusus. Selama perencanaan karir, individu mungkin ingin
menghindari daerah-daerah yang memberikan peluang terbatas atau tidak
sesuai dengan minatnya. Hal ini sama pentingnya untuk menginvestasikan
waktu dan energi ini dengan karir individu mengidentifikasi tanpa
melampaui batas kemampuan individu. Sepanjang perencanaan karir, fokus
perhatian orang-orang adalah pada karir cocok yang paling untuk individu. Menilai
aset dan kewajiban serta membandingkannya dengan persyaratan untuk
berbagai jenis karir. Pendekatan seperti ini akan membantu individu
menemukan karir dan individu akan cukup siap menerima karir tersebut.
4. Efisiensi
usaha dan penggunaan waktu (efficiently using time and effort).
Tujuan lain perencanaan karir adalah untuk
memungkinkan individu untuk secara sistematis memilih karir. Perencanaan
sistematis akan membantu menghindari metode uji coba
(trial-and-error) dan membantu menghabiskan lebih banyak waktu bekerja ke
arah tujuan lain. Individu dapat menggunakan waktu secara efisien untuk
mempelajari diri sendiri dalam kaitannya dengan berbagai pilihan karir.
Umumnya, orang-orang yang telah berpartisipasi dalam perencanaan karir
lebih puas dengan karir mereka dan tetap aktif bekerja lebih lama daripada
mereka yang tidak melakukan perencanaan karir.
D. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Karier
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi perencanaan karier, dimana
seseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor tersebut saat
mereka merencanaan karier, yaitu sebagai berikut.
1.
Tahap
Kehidupan Karier
Seseorang akan berubah secara terus-menerus dan
kemudian memandang perbedaan karier mereka pada berbagai tingkatan dalam
2.
Dasar Karier
Ada lima perbedaan motif dasar karier yang
menjelaskan jalan bagi orang orang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya,
dimana mereka menyebutnya sebagai jangkar karier antara lain:
a.
Kemampuan manajerial
b.
Kemampuan fungsional-teknis
c.
Keamanan
d.
Kreativitas
e.
Otonomi dan kebebasan
2.2.
Jalur Karier
Hasil dari perencanaan karier
adalah penempatan dari seorang individu dalam suatu pekerjaan yang
merupakan bagian pertama dari sederetan pekerjaan. Dari perspektif organisasi,
jalur karier adalah penting dalam perencanaan tenaga kerja. Sebuah masa depan
tenaga kerja organisasi tergantung pada proyeksi individu-individu melalui
suatu barisan. Dari perspektif individu, suatu
jalur karier merupakan sederetan dari pekerjaan yang dia ingin lakukan
untuk mencapai tujuan personal dan kariernya. Meskipun hampir tak mungkin
dengan sempurna mengintegrasikan kebutuhan organisasi dan kebutuhan individu
dengan medisain jalur karier, perencanaan karier sistematis adalah suatu
potensi untuk menutup kesenjangan antara kebutuhan dari individu dan kebutuhan
dari organisasi.
Jalur karier tradisional
menekankan mobilitas keatas dalam suatu kesempatan tunggal atau bidang
fungsional. Ketika menerima karyawan, Perwakilan organisasi akan membicarakan
jalur karier ahli rekayasa, akuntan atau sales. Dalam konteks ini, perekrut
akan menguraikan pekerjaan berbeda yang individu akan tangani sebagai pekerjaan
yang semakin meningkat dalam sebuah organisasi. Masing-masing
pekerjaan, atau ”jenjang” dari tangga karier dicapai ketika individu telah
mengumpulkan pengalaman dan kemampuan yang diperlukan dan telah ditunjukkan
bahwa dia siap untuk dipromosi.
Sebuah alternatif untuk jalur
karier tradisional adalah untuk jalur karier dasar pada pengalaman nyata
dan pilihan individu. Jalur dari jenis ini akan
mempunyai beberapa karakteristik:
- mereka akan termasuk berbagai kemungkinan lateral dan downward, seperti juga berbagai kemungkinan keatas (upward possibilities)
- mereka menjadi bersifat sementara dan responsif untuk perubahan kebutuhan organisasi
- mereka akan menjadi cukup fleksibel untuk mengambil tanggungjawab kualitas individu-individu
- masing-masing pekerjaan sepanjang jalur akan menjadi spesifik dalam istilah dapat memperoleh keahlian, pengetahuan, dan sumbangan khusus yang lain, tidak hanya dalam istilah dari piagam pendidikan, umur, atau pengalaman kerja.
Jalur karier realistik, dibandingkan jalur karier tradisional, adalah perlu
untuk counseling karyawan efektif. Kekurangan informasi seperti ini, karyawan
hanya menduga pada apa yang tersedia.
Sebagai contoh dari jalur karier untuk manajemen umum pada sebuah
perusahaan telepon ditunjukkan dalam peraga 14-7. menurut jalur, rata-rata
durasi dari penugasan seorang manajer dalam level manajemen pertama adalah
empat tahun-2,5 tahun sebagai asisten staf kantor pusat dan 1,5 tahun
sebagai manajer dari sebuah kantor cabang di suatu kota kecil. Dengan 14 tahun,
rata-rata manajer seharusnya telah mencapai level keempat dari manajemen.
Penugasan dilevel ini boleh jadi dari manajer sales komersil dan divisi
operasi. Dengan jelas, tidak seluruh manajer-manajer mencapai level kelima,
sangat sedikit sampai ke level ketujuh (president). Semakin dekat puncak
organisasi, jumlah dari pembukaan menurun dan jumlah dari calon meningkat.
A.
Pola dan Jalur Karir
Pola dan jalur karir yang harus dirancang oleh perusahaan terdiri atas dua
jenis, yakni pola dan jalur karir jabatan serta pola dan jalur karir karyawan.
Pola dan jalur karir jabatan lebih bersifat perencanaan, sedangkan pola dan
jalur karir karyawan sudah merupakan tindakan menempatkan karyawan yang tepat
pada posisi yang tepat (the right man in the right place). Pola karir
adalah urutan karir berdasarkan bidang serumpun yang harus dilalui oleh
seseorang karyawan.
B.
Prosedur Penyusunan Pola Karir
Penyusunan pola karir pada suatu organisasi mengikuti tahapan prosedur
sebagaimana berikut.
1.
Petugas menyusun fungsi organisasi berdasarkan
kelompok bidang. Mereka menyusun fungsi atas kelompok teknik, kelompok umum dan
keuangan, kelompok pengawasan kualitas, kelompok pemasaran dan penjualan, dan
sebagainya sesuai dengan kebutuhan organisasi;
- Setelah seluruh fungsi yang ada di dalam organisasi dikelompokkan, langkah berikutnya adalah membuat urutan karir bidang yang dapat dilalui oleh seorang karyawan. Apabila dalam sebuah kelompok bidang terdapat tiga fungsi, scenario urutan karir disusun menjadi tiga kolom. Apabila dalam sebuah kelompok bidang terdapat empat fungsi, scenario urutanya
2.3.
TANGGUNG
JAWAB PENGEMBANGAN KARIR
Pengembangan karier sebagai kegiatan manajemen SDM pada dasarnya
bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan
oleh pekerjaan oleh para pekerja, agar semakin mampu memberikan kontribusi
terbaik dalam mewujudkan tujuan bisnis organisasi.
Dalam
hal tanggung jawab, pengembangan karier dibedakan menjadi 2 pendekatan yaitu:
a.
Dengan pendekatan tradisional
Ø perencanaan
pengembangan karier disusun dan ditetapkan oleh organisasi/ perusahaan secara
sepihak.
Ø Pelaksanaan
pengembangan karier tergantung sepenuhnya pada organisasi.
Ø Control
hasil pengembangan karier dilakukan secara ketat oleh organisasi
Ø Pengembangan
karier diartikan dan dilaksanakan melalui kegiatan promosi ke jenjang/ posisi
yang lebih tinggi.
b.
Dengan pendekatan baru
Ø Pengembangan
karier harus diterima bukan sekedar berarti promosi ke jabatan/ posisi yang
lebih tinggi. Disini, pengembangan karir adalah motivasi untuk maju dalam
bekerja diligkungan suatu organisasi,
Ø sukses
karier yang dimaksud diatas berarti seorang pekerja mengalami kemajuan dalam
bekerja, berupa perasaan puas dalam suatu atau setiap jabatan/ posisi yang
dipercaya oleh organisasi. Karena dapat dilaksanakan secara efektif dan
efisien.
Ø Sukses
dalam pengembangan karier yang berarti mengalami kemajuan dalam bekerja, adalah
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan/ keahlian, sehingga menjadi lebih
berprestasi/ produktif sebagai pekerja yang kompetitif.
Ø Para
pekerja harus menyadari bahwa untuk memperoleh kemajuan dalam bekerja merupakan
tanggung jawabnya sendiri. Dengan kata lain, pengembangan karier berada
ditangan pekerja masing-masing, yang memerlukan kemampuan mengelola (manajemen)
diri sendiri.
Dari
dua pendekatan seperti yang telah disebutkan diatas, pedekatan secara traditional
memiliki kelemahan:
1. Pengembangan
karier berlangsung tidak efektif
2.
Perusahaan sulit unggul dalam lingkungan
bisnis yang kompetitif.
2.4.
Perkembangan
Minat Karir Dalam Dunia Pekerjaan
Karir
seseorang dalam hidupnya mengalami perkembangan mulai tahap pencarian,
penemuan, pemantapan, pemeliharaan, dan sampai tahap penurunan. Karir seseorang
dapat diraih melalui pekerjaan, jabatan, posisi, dan/atau hobi. Tahap pencarian
karir dimulai usia anak-anak sampai remaja. Tahap penemuan karir dimulai usia
dewasa muda sampai dewasa. Tahap pemantapan karir dimulai pada usia dewasa
hingga tengah baya. Tahap pemeliharaan karir dimulai pada usia tua. Tahap
penurunan karir dimulai pada usia lanjut. posisi siswa
SMK sedang berada pada tahap eksplorasi dalam perkembangan karirnya.
Adapun tugas
perkembangan karir pada masa eksplorasi adalah sebagai berikut.
1.
Mengenal keterampilan membuat keputusan karir dan
memperoleh informasi yang relevan untuk membuat keputusan karir.
2.
Menyadari minat dan kemampuan dan menghubungkannya
dengan kesempatan kerja.
3.
Mengidentifikasi bidang dan tingkat pekerjaan yang
cocok dengan minat dan kemampuan.
4.
Memperoleh latihan untuk mengembangkan keterampilan
dan mempercepat memasuki pekerjaan atau jabatan guna memenuhi minat dan
kemampuannya.
Individu
dapat berkembang secara maksimal jika ia berada dalam lingkungan kerja yang
memiliki sifat yang sesuai dengan kepribadiannya. Holland (Sharf, 2006)
mengatakan bahwa individu mengekspresikan diri, minat, dan nilai melalui
pilihan kerja atau pengalaman yang mereka lalui. Pilihan karir menjadi suatu
hal yang penting untuk dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh
seseorang. Remaja yang telah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki
kebutuhan untuk menentukan jurusan yang akan mereka tempuh untuk dapat mencapai
karir yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Erikson (Sharf, 2006)
percaya dalam pendekatan perkembangan psikososial, pada saat remaja akhir,
individu berada pada saat penetapan jati diri atau role confusion, yaitu remaja
perlu mengembangkan identitas diri yang jelas dan peran yang perlu dibawakannya
kelak.
2.5.
STRATEGI MENCAPAI KARIR SUKSES
1. Tetapkan
Tujuan Anda (Set Goals)
Ketika Anda
tahu kemana tujuan Anda, maka langkah hidup yang dijalani lebih menyenangkan
dan membahagiakan daripada sekedar melakoni hidup mengalir begitu
saja. Anda tidak harus menunggu sesuatu diluar sana untuk
membahagiakan Anda di masa depan, karena begitu Anda memutuskan sesuatu maka
alam akan segera menjadikannya.
2. Jangan Takut
Gagal (Dont Fear Failure)
Anda perlu
tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari sebuah proses pembelajaran yang
berujung pada keberhasilan dan sukses. Anda mungkin dianjarkan bahwa
gagal adalah pembelajaran buruk dalam hidup, namun ternyata dengan banyak
menghadapi kegagalanlah Anda akan belajar untuk sukses. Tidak pernah ada
sepanjang hidup Anda akan selalu benar, dan setiap waktu Anda akan berhadapan
dengan gagal. Setiap keberhasilan akan melalui beberapa kegagalan.
3. Berani
Menghadapi Resiko (Take Risks)
Hidup akan
lebih menyenangkan dan menarik pada saat Anda berani mengambil risiko. Risiko
bukan harus dihindari namun dihadapi, karena inilah proses pembekalan Anda
menjadi orang yang berpengalaman. Pada akhirnya Anda akan tahu kebenaran
“No Pain No Gain”. Risiko dapat dikalkulasi dengan baik, meski tidak ada
jaminan akan tepat dan akurat. Setiap peluang akan datang dari mana saja,
namun tidak akan berada dalam waktu panjang, sehingga Anda perlu berani
mengambil keputusan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sebuah kehidupan
yang sukses meliputi tidak memiliki penyesalan karena tidak mengambil cukup
risiko.
4. Terus
Belajar (Keep Learning)
Makin banyak
Anda tahu, makin banyak Anda tidak tahu. Inilah konsep dasar dari belajar
tiada henti. Anda perlu mencari teman baru setiap saat, sehingga semakin
luas wawasan dan pengetahuan Anda. Pengetahuan selalu berdampak pada
kehidupan setiap pagi, sehingga menjadi alasan bagi Anda agar selalu
berkembang.
5.
Tidak berpuas Diri (Don’t Settle)
Jika Anda
belum menemukannya makan teruslah mencari, jangan berhenti. Beberapa
kejadian dapat berlangsung dalam waktu yang sama, namun lainnya memerlukan
waktu, tenaga dan pikiran yang tidak sedikit. Apapun yang ada didepan
Anda harus dihadapi dan dilalui, jangan pernah berpikir menyerah dan berbalik
arah.
6.
Jalani Hidup Seimbang (Life Balanced)
Kehidupan
selalu berbicara tentang keseimbangan, antara baik dan buruk, tinggi dan
rendah. Dalam kehidupan Anda akan menjalani perbedaan secara pasti,
antara keluarga, pribadi, teman dan rekan kerja, komunitas, pasar dan
lainnya. Anda tidak mungkin memenuhi semua keinginan yang ada, namun Anda
dapat meraih keseimbangan. Lakukan pekerjaan Anda dengan sebaik mungkin,
dapatkan penghasilan yang baik dari pekerjaan jujur Anda. Keseimbangan
dapat meliputi badan dan pikiran, mental dan spiritual, pribadi dan keluarga.
7.
Carilah Mentor (Seek a Mentor)
Benjamin
Franklin berkata, “beritahu aku maka aku lupa, ajari aku maka ingat, libatkan
aku maka aku belajar”. Caar terbaik meraih sukses Anda adalah dengan
belajar kepada mereka yang telah melalui jalan tersebut, sehingga Anda akan
meminimalisir kejadian-kejadian yang berpotensi gagal. Mentor mempermudah
Anda melakukan yang terbaik dan efektif mencapai sukses. Anda perlu
luangkan waktu untuk berterima kasih kepada mentor terdahulu yakni orang tua,
guru sekolah dan lainnya yang menginspirasi Anda untuk sukses.
8.
Diam dan Perhatikan (Listen)
Banyak orang
hanya menunggu waktu berbicara ketiak dia diam, padahal dengan banyak mendengar
Anda akan menemukan banyak ide dan pikiran. Anda dengan lebih mendengar
akan sangat mengerti apa yang dibicarakan dan terlibat dalam sebuah
percapakan. Ingatlah, bahwa keterlibatan akan membuat Anda akan
belajar. Mendengarkan memberi Anda kesempatan untuk menyuguhkan nasihat,
solusi dan curahan.
9.
Jaringan (Networking)
Dalam
membangun sebuah kesuksesan, tentu Anda tidak akan lepas dari orang lain.
Mereka yang menjadi rekanan, bawahan dan atasan Anda akan sangat berperan dalam
pengembangan diri dan karir profesional Anda. Orang akan lupa apa yang
Anda katakan, apa yang Anda lakukan, namun tidak akan lupa bagaimana Anda
memberikan perasaan kepada mereka. Anda memerlukan orang lain untuk
bersandar mencapai sukses.
10. Bawa Catatan
(Notebook)
Kapasitas
pikiran Anda tentu sangat besar, namun perlu dimengerti bahwa kemampuan Anda
dalam mempertahankan memory tidak lebih baik daripada sebuah catatan.
Memori otak kita cuma mampu bertahan untuk tiga menit, dan jika Anda tidak
ingin kehilangan banyak ide, bawalah catatan dan selalu membawanya kemanapun.
BAB III
PENUTUP
3.1.
KESIMPULAN
Perencanaan
karir adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seseorang
anggota organisasi sebagai perorangan untuk dapat meniti proses kenaikan
pangkat dan jabatan sesuai dengan persyaratan dan kemampuannya. Hasil dari perencanaan karier adalah penempatan dari seorang individu
dalam suatu pekerjaan yang merupakan bagian pertama dari sederetan pekerjaan. Jalur karier penting dalam perencanaan tenaga kerja.
Tujuan dari pengembangan karir adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan
efektivitas pelaksanaan pekerjaan oleh pekerjaan oleh para pekerja, agar
semakin mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan tujuan bisnis
organisasi. pengembangan karier dibedakan menjadi 2 pendekatan
yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan baru.
Perencanaan karir dibuat agar karir yang dijalankan bisa berjalan lancar
dan sukses. Beberapa strategi agar karir sukses diantaranya adalah Tetapkan
Tujuan Anda, Jangan Takut Gagal, Berani Menghadapi Resiko, Terus Belajar, Tidak
berpuas Diri, Jalani Hidup Seimbang, Carilah Mentor, Diam dan Perhatikan, Jaringan,
dan yang terakhir Bawa Catatan.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar