Selasa, 31 Maret 2015

Perencanaan Karir



PERENCANAAN KARIR
Tugas Makalah b


Disusun oleh  
Rendi Saputra
Ayu septiyamin
Idha Purnamawati        
Anisaatun

PROGRAM STUDY EKONOMI ISLAM (2012-2013)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
CIRENDEU – TANGERANG SELATAN


KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualikum wr.wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas segala limpahan rahmat, Inayah, Taufik, dan Hinayahnya. Sehingga kami selaku penyusun dapat menyelesaikan  penyusunan  makalah  ini yang berjudul “Perencanaan Karir” dalam bentuk maupun isinya yang sederhana.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Kami  menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam  penyusunan  makalah  ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.
Wassalamualaikum wr.wb





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1.       Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2.      Rumusan Masalah........................................................................................... 1
1.3.       Tujuan Pembuatan Makalah........................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 3
2.1.    Perencanaan Karir........................................................................................   3
2.2.    Jalur Karir.................................................................................................... .. 6
2.3.      Tanggung Jawab Pengembangan Karir........................................................ .. 8
2.4.   Perkembangan Minat Karir Dalam Dunia Pekerjaan...................................... 9
2.5.    Strategi Dalam Mencapai Karir Sukses....................................................... 10
BAB III PENUTUP.............................................................................................. 13
3.1.    Kesimpulan................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 14

 
BAB I
 PENDAHULUAN

1.1.            LATAR BELAKANG
Salah satu kunci sukses dalam berkarier adalah perencanaan yang matang. Perencanaan tidak hanya dibuat sekali, tetapi harus dilakukan berulang. Seperti halnya pemeriksaan kesehatan, karier pun butuh dicek secara berkala. Apalagi jika pekerjaan yang Anda jalani tidak sesuai ekspektasi dan tidak sesuai dengan bakat dan minat. Segera berpikir untuk menata ulang karier. Tidak ada kata terlambat untuk melakukannya. Perencanaan karier bukanlah suatu proses yang sulit ataupun menjadi beban. Bahkan sebaliknya, hendaknya ini dilihat sebagai proses yang memberikan makna kepada perjalanan karier anda. Proses ini akan membantu anda mencapai tujuan karier.
Salah satu dorongan orang bekerja pada suatu organisasi, termasuk perusahaan adalah karena disana kesempatan untuk maju. Sudah menjadi sifat dasar dari manusia pada umumnya untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang di punyai saat ini, karena itulah mereka menginginkan suatu kemajuan dalam hidupnya.
Kesempatan untuk maju yang termasuk dalam program pengembangan dapat diwujudkan jika mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan. Program pendidikan dan pelatihan yang mana diikuti perlu direncanakan dengan baik, agar pada gilirannya mereka mempunyai kesempatan untk dipromosikan dipindahkan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
Berikut akan diberikan pemahaman tentang arti penting dan tujuan perencanaan karir, jalur karir, tanggung jawab pengembangan karir, perkembangan minat karir dalam dunia pekerjaan, dan strategi mencapai karir sukses.
1.2.            RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka, masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah :
1.      Apakah arti penting, tujuan perencanaan karir dan jalur karirnya?
2.      Seperti apa tanggung jawab pengembangan karirnya dan bagaimana perkembangan minat karir dalam dunia pekerjaan?
3.      Bagaimana strategi mencapai karir yang sukses?
1.3.            TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
Berdasarkan rumusan masalah diatas tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui arti, dan tujuan perencanaan karir, dan jalur karirnya.
2.      Untuk mengetahui  tanggung jawab pengembangan karirnya dan perkembangan minat karir dalam dunia pekerjaan.
3.      Untuk mengetahui strategi mencapai karir yang sukses.






































BAB II
PEMBAHASAN


2.1.      PERENCANAAN KARIR

Perencanaan karir adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seseorang anggota organisasi sebagai perorangan untuk dapat meniti proses kenaikan pangkat dan jabatan sesuai dengan persyaratan dan kemampuannya. Melalui perencanaan karir, setiap individu mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri, mempertimbangkan kesempatan karir alternatif, menyusun tujuan karir, dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis. Fokus utama dalam perencanaan karir haruslah sesuai antara tujuan pribadi dan kesempatan-kesempatan yang secara realistis tersedia.

A.    Konsep-konsep dasar perencanaan karir, yakni :
1.         Karir. Karir merupakan seluruh posisi kerja yang dijabat selama siklus kehidupan pekerjaan seseorang.
2.         Jenjang karir. Jenjang karir merupakan model posisi pekerjaan berurutan yang membentuk karir seseorang
3.         Jalur karir adalah pola pekerjaan yang berurutan yang membentuk karir seseorang
4.         Tujuan karir. Tujuan karir merupakan posisi mendatang yang diupayakan pencapaiannya oleh seseorang sebagai bagian karirnya. Tujuan-tujuan ini berperan sebagai benchmark sepanjang jenjang karir seseorang
5.         Pengembangan karir. Pengembangan karir terdiri dari peningkatan pribadi yang dilakukan oleh seseorang dalam mencapai rencana karir pribadinya.
B.     Manfaat Perencanaan Karir
Adanya perencanaan karir di dalam suatu organisasi baik organisasi swasta maupun organisasi public pemerintah sangat berguna dan penting bagi sumber daya manusia mupun bagi kelangsungan hidup organisasi itu sendiri. Berbagai manfaat perencanaan karir antara lain :
1.      Meluruskan strategi dan syarat-syarat karyawan intern (aligns strategy and internal staffing). Dengan membantu karyawan di dalam perencanaan karir, departemen SDM dapat mengantisipasi rencana kerjanya serta mendapatkan bakat yang diperlukan untuk mendukung strategi perusahaan .
2.      Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan (develops promotable employees). Perencanaan karir membantu di dalam penyediaan internal bakat-bakat karyawan yang dapat dipromosikan guna memenuhi lowongan yang disebabkan oleh pensiun, pengunduran diri dan pertumbuhan.
3.      Memudahkan penempatan ke luar negri (facilitates international placement)
Perusahaan menggunakan perencanaan karir untuk membantu mengidentifikasi dan menyiapkan penempatan karyawan ke seluruh penjuru dunia.
4.      Membantu di dalam keanekaragaman tenaga kerja (assists with workforce diversity)
Perencanaan karir membantu karyawan yang beraneka ragam latar belakang di dalam mempelajari harapan-harapan perusahaan.
5.      Mengurangi pergantian (lower turnover)
Meningkatkan perhatian dan kesepakatan karyawan akan loyalitasnya terhadap perusahaan serta mengurangi tingkat pengunduran diri karyawan.
6.      Menyaring potensi karyawan (taps employee potential)
Perencanaan karir mendorong karyawan untuk lebih selektif didalam menggunakan kemampuannya sebab mereka mempunyai tujuan karir yang lebih khusus.
7.      Meneruskan pertumbuhan pribadi (furthers personal growth)
Perencanaan karir mendorong karyawan untuk tumbuh dan berkembang.
8.      Mengurangi penimbunan (reduce hoarding)
Perencanaan karir menjadikan karyawan sadar akan pentingnya kualifikasi karyawan, mencegah manajer yang mementingkan dirinya sendiri serta menyadarkan bahwa departemen SDM bukan departemen yang menentukan segala-galanya.
9.      Memuaskan kebutuhan karyawan (satisfies employee needs)
Adanya kesempatan pada karyawan untuk tumbuh dan berkembang serta terpenuhinya kebutuhan individu akan harga dirinya menjadikan para karyawan mudah merasa puas.
10.  Membantu perencanaan tindakan secara afirmatif (assists affirmative action plans)
Perencanaan karir membantu menyiapkan pekerjaan yang lebih penting serta pelaksanaan rencana kegiatan yang telah ditentukan.
C.    Tujuan Perencanaan Karir
1.      Memperoleh kesadaran dan pemahaman diri (acquiring self awareness).
Penilaian kekuatan dan kelemahan individu merupakan langkah penting dalam perencanaan karir. Salah satu penilaian memungkinkan individu untuk lebih memahami diri sendiri yang berhubungan dengan tujuan dan rencana karir. Hasil penilaian ini akan memungkinkan individu untuk realistis dalam mengevaluasi diri sendiri dan membantu atau menerapkan karir secara tepat. Pengetahuan untuk perencanaan karir dapat menghindari ketidakpuasan, kekecewaan, dan ketidakbahagiaan melalui kesadaran diri yang akurat. Dengan memahami diri sendiri, individu dapat mencapai kecerdasan kearah efisien dalam kehidupannya dan dapat mulai mengelola kesulitan yang mungkin terjadi dalam hidupnya. Akhirnya, dengan individu lebih memahami dan menerima diri sendiri, individu dapat membangun landasan dalam memahami dan menerima orang lain.
2.      Mencapai kepuasan pribadi.
Mencapai kepuasan karir secara pribadi adalah salah satu tujuan dalam perencanaan karir. Untuk memperoleh kepuasan dari pekerjaan, individu harus memahami persyaratan karir dan mengenali minat beserta keinginannya. Jika Individu biasanya menikmati hidup, individu mungkin akan puas dengan karirnya atau, lebih spesifik lagi jika individu puas dengan kejadian sehari-hari yang berurusan dengan pekerjaan positif. Ketika individu merasa puas dengan pekerjaan, individu akan cenderung untuk mengekspresikan sikap positif terhadap aspek-aspek lain dari kehidupannya. Untuk mencapai kepuasan pribadi, individu mencari gaji atau bayaran yang lebih memadai dan hadiah yang berwujud. Faktor-faktor yang berkontribusi untuk kepuasan individu adalah kondisi bekerja, tantangan, dan hubungan interpersonal. Beberapa studi menunjukkan bahwa pekerja yang kurang terdidik, tidak terampil, dan lebih muda mengalami kepuasan kerja kurang dari pada pekerja profesional, pekerja teknik, pekerja kantor, dan pemilik bisnis yang independen.
3.      Mempersiapkan diri untuk memperoleh penempatan dan penghasilan yang sesuai (preparing for adequate placement).
Individu yang akan mencari pekerjaan harus dirancang secara khusus. Selama perencanaan karir, individu mungkin ingin menghindari daerah-daerah yang memberikan peluang terbatas atau tidak sesuai dengan minatnya. Hal ini sama pentingnya untuk menginvestasikan waktu dan energi ini dengan karir individu mengidentifikasi tanpa melampaui batas kemampuan individu. Sepanjang perencanaan karir, fokus perhatian orang-orang adalah pada karir cocok yang paling untuk individu. Menilai aset dan kewajiban serta membandingkannya dengan persyaratan untuk berbagai jenis karir. Pendekatan seperti ini akan membantu individu menemukan karir dan individu akan cukup siap menerima karir tersebut.
4.      Efisiensi usaha dan penggunaan waktu (efficiently using time and effort).
Tujuan lain perencanaan karir adalah untuk memungkinkan individu untuk secara sistematis memilih karir. Perencanaan sistematis akan membantu menghindari metode uji coba (trial-and-error) dan membantu menghabiskan lebih banyak waktu bekerja ke arah tujuan lain. Individu dapat menggunakan waktu secara efisien untuk mempelajari diri sendiri dalam kaitannya dengan berbagai pilihan karir. Umumnya, orang-orang yang telah berpartisipasi dalam perencanaan karir lebih puas dengan karir mereka dan tetap aktif bekerja lebih lama daripada mereka yang tidak melakukan perencanaan karir.
D.    Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Karier
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi perencanaan karier, dimana seseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor tersebut saat mereka merencanaan karier, yaitu sebagai berikut.
1.       Tahap Kehidupan Karier
Seseorang akan berubah secara terus-menerus dan kemudian memandang perbedaan karier mereka pada berbagai tingkatan dalam
2.      Dasar Karier
Ada lima perbedaan motif dasar karier  yang menjelaskan jalan bagi orang orang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya, dimana mereka menyebutnya sebagai jangkar karier antara lain:
a.       Kemampuan manajerial
b.      Kemampuan fungsional-teknis
c.       Keamanan
d.      Kreativitas
e.       Otonomi dan kebebasan
2.2.            Jalur Karier
Hasil dari perencanaan karier adalah penempatan dari seorang individu  dalam suatu pekerjaan yang merupakan bagian pertama dari sederetan pekerjaan. Dari perspektif organisasi, jalur karier adalah penting dalam perencanaan tenaga kerja. Sebuah masa depan tenaga kerja organisasi tergantung pada proyeksi individu-individu melalui suatu barisan. Dari perspektif individu, suatu jalur karier  merupakan sederetan dari pekerjaan yang dia ingin lakukan untuk mencapai tujuan personal dan kariernya. Meskipun hampir tak mungkin dengan sempurna mengintegrasikan kebutuhan organisasi dan kebutuhan individu dengan medisain jalur karier, perencanaan karier sistematis adalah suatu potensi untuk menutup kesenjangan antara kebutuhan dari individu dan kebutuhan dari organisasi.
Jalur karier tradisional menekankan mobilitas keatas dalam suatu kesempatan tunggal atau bidang fungsional. Ketika menerima karyawan, Perwakilan organisasi akan membicarakan jalur karier ahli rekayasa, akuntan atau sales. Dalam konteks ini, perekrut akan menguraikan pekerjaan berbeda yang individu akan tangani sebagai pekerjaan yang semakin meningkat  dalam sebuah organisasi.  Masing-masing pekerjaan, atau ”jenjang” dari tangga karier dicapai ketika individu telah mengumpulkan pengalaman dan kemampuan yang diperlukan dan telah ditunjukkan bahwa dia siap  untuk dipromosi.
Sebuah alternatif untuk jalur karier tradisional  adalah untuk jalur karier dasar pada pengalaman nyata dan pilihan individu. Jalur dari jenis ini akan mempunyai beberapa karakteristik:
  1. mereka akan termasuk berbagai kemungkinan lateral dan downward, seperti juga berbagai kemungkinan keatas (upward possibilities)
  2. mereka menjadi bersifat sementara dan responsif untuk perubahan kebutuhan organisasi
  3. mereka akan menjadi cukup fleksibel untuk mengambil tanggungjawab kualitas individu-individu
  4. masing-masing pekerjaan sepanjang jalur akan menjadi spesifik dalam istilah dapat memperoleh keahlian, pengetahuan, dan sumbangan khusus yang lain, tidak hanya dalam istilah dari piagam pendidikan, umur, atau pengalaman kerja.
Jalur karier realistik, dibandingkan jalur karier tradisional, adalah perlu untuk counseling karyawan efektif. Kekurangan informasi seperti ini, karyawan hanya menduga pada apa yang tersedia.
Sebagai contoh dari jalur karier untuk manajemen umum pada sebuah perusahaan telepon ditunjukkan dalam peraga 14-7. menurut jalur, rata-rata durasi dari penugasan seorang manajer dalam level manajemen pertama adalah empat tahun-2,5 tahun sebagai asisten staf  kantor pusat dan 1,5 tahun sebagai manajer dari sebuah kantor cabang di suatu kota kecil. Dengan 14 tahun, rata-rata manajer seharusnya telah mencapai level keempat dari manajemen. Penugasan dilevel ini boleh jadi dari manajer sales komersil dan divisi operasi. Dengan jelas, tidak seluruh manajer-manajer mencapai level kelima, sangat sedikit sampai ke level ketujuh (president). Semakin dekat puncak organisasi, jumlah dari pembukaan menurun dan jumlah dari calon meningkat.
A.    Pola dan Jalur Karir
Pola dan jalur karir yang harus dirancang oleh perusahaan terdiri atas dua jenis, yakni pola dan jalur karir jabatan serta pola dan jalur karir karyawan. Pola dan jalur karir jabatan lebih bersifat perencanaan, sedangkan pola dan jalur karir karyawan sudah merupakan tindakan menempatkan karyawan yang tepat pada posisi yang tepat (the right man in the right place). Pola karir adalah urutan karir berdasarkan bidang serumpun yang harus dilalui oleh seseorang karyawan.
B.     Prosedur Penyusunan Pola Karir
Penyusunan pola karir pada suatu organisasi mengikuti tahapan prosedur sebagaimana berikut.
1.      Petugas menyusun fungsi organisasi berdasarkan kelompok bidang. Mereka menyusun fungsi atas kelompok teknik, kelompok umum dan keuangan, kelompok pengawasan kualitas, kelompok pemasaran dan penjualan, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan organisasi;
  1. Setelah seluruh fungsi yang ada di dalam organisasi dikelompokkan, langkah berikutnya adalah membuat urutan karir bidang yang dapat dilalui oleh seorang karyawan. Apabila dalam sebuah kelompok bidang terdapat tiga fungsi, scenario urutan karir disusun menjadi tiga kolom. Apabila dalam sebuah kelompok bidang terdapat empat fungsi, scenario urutanya
2.3.            TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN KARIR
Pengembangan karier sebagai kegiatan manajemen SDM pada dasarnya bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan oleh pekerjaan oleh para pekerja, agar semakin mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan tujuan bisnis organisasi.
Dalam hal tanggung jawab, pengembangan karier dibedakan menjadi 2 pendekatan yaitu:
a.       Dengan pendekatan tradisional
Ø  perencanaan pengembangan karier disusun dan ditetapkan oleh organisasi/ perusahaan secara sepihak.
Ø  Pelaksanaan pengembangan karier tergantung sepenuhnya pada organisasi.
Ø  Control hasil pengembangan karier dilakukan secara ketat oleh organisasi
Ø  Pengembangan karier diartikan dan dilaksanakan melalui kegiatan promosi ke jenjang/ posisi yang lebih tinggi.
b.      Dengan pendekatan baru
Ø  Pengembangan karier harus diterima bukan sekedar berarti promosi ke jabatan/ posisi yang lebih tinggi. Disini, pengembangan karir adalah motivasi untuk maju dalam bekerja diligkungan suatu organisasi,
Ø  sukses karier yang dimaksud diatas berarti seorang pekerja mengalami kemajuan dalam bekerja, berupa perasaan puas dalam suatu atau setiap jabatan/ posisi yang dipercaya oleh organisasi. Karena dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Ø  Sukses dalam pengembangan karier yang berarti mengalami kemajuan dalam bekerja, adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan/ keahlian, sehingga menjadi lebih berprestasi/ produktif sebagai pekerja yang kompetitif.
Ø  Para pekerja harus menyadari bahwa untuk memperoleh kemajuan dalam bekerja merupakan tanggung jawabnya sendiri. Dengan kata lain, pengembangan karier berada ditangan pekerja masing-masing, yang memerlukan kemampuan mengelola (manajemen) diri sendiri.
Dari dua pendekatan seperti yang telah disebutkan diatas, pedekatan secara traditional memiliki kelemahan:
1.      Pengembangan karier berlangsung tidak efektif
2.      Perusahaan sulit unggul dalam lingkungan bisnis yang kompetitif.
2.4.            Perkembangan Minat Karir Dalam Dunia Pekerjaan
Karir seseorang dalam hidupnya mengalami perkembangan mulai tahap pencarian, penemuan, pemantapan, pemeliharaan, dan sampai tahap penurunan. Karir seseorang dapat diraih melalui pekerjaan, jabatan, posisi, dan/atau hobi. Tahap pencarian karir dimulai usia anak-anak sampai remaja. Tahap penemuan karir dimulai usia dewasa muda sampai dewasa. Tahap pemantapan karir dimulai pada usia dewasa hingga tengah baya. Tahap pemeliharaan karir dimulai pada usia tua.  Tahap penurunan karir dimulai pada usia lanjut. posisi siswa SMK sedang berada pada tahap eksplorasi dalam perkembangan karirnya.
Adapun tugas perkembangan karir pada masa eksplorasi adalah sebagai berikut.
1.      Mengenal keterampilan membuat keputusan karir dan memperoleh informasi yang relevan untuk membuat keputusan karir.
2.      Menyadari minat dan kemampuan dan menghubungkannya dengan kesempatan kerja.
3.      Mengidentifikasi bidang dan tingkat pekerjaan yang cocok dengan minat dan kemampuan.
4.      Memperoleh latihan untuk mengembangkan keterampilan dan mempercepat memasuki pekerjaan atau jabatan guna memenuhi minat dan kemampuannya.
Individu dapat berkembang secara maksimal jika ia berada dalam lingkungan kerja yang memiliki sifat yang sesuai dengan kepribadiannya. Holland (Sharf, 2006) mengatakan bahwa individu mengekspresikan diri, minat, dan nilai melalui pilihan kerja atau pengalaman yang mereka lalui. Pilihan karir menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh seseorang. Remaja yang telah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki kebutuhan untuk menentukan jurusan yang akan mereka tempuh untuk dapat mencapai karir yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Erikson (Sharf, 2006) percaya dalam pendekatan perkembangan psikososial, pada saat remaja akhir, individu berada pada saat penetapan jati diri atau role confusion, yaitu remaja perlu mengembangkan identitas diri yang jelas dan peran yang perlu dibawakannya kelak.
2.5.            STRATEGI MENCAPAI KARIR SUKSES
1.      Tetapkan Tujuan Anda (Set Goals)
Ketika Anda tahu kemana tujuan Anda, maka langkah hidup yang dijalani lebih menyenangkan dan membahagiakan daripada sekedar melakoni hidup mengalir begitu saja.    Anda tidak harus menunggu sesuatu diluar sana untuk membahagiakan Anda di masa depan, karena begitu Anda memutuskan sesuatu maka alam akan segera menjadikannya.
2.      Jangan Takut Gagal (Dont Fear Failure)
Anda perlu tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari sebuah proses pembelajaran yang berujung pada keberhasilan dan sukses.  Anda mungkin dianjarkan bahwa gagal adalah pembelajaran buruk dalam hidup, namun ternyata dengan banyak menghadapi kegagalanlah Anda akan belajar untuk sukses. Tidak pernah ada sepanjang hidup Anda akan selalu benar, dan setiap waktu Anda akan berhadapan dengan gagal.  Setiap keberhasilan akan melalui beberapa kegagalan.
3.      Berani Menghadapi Resiko (Take Risks)
Hidup akan lebih menyenangkan dan menarik pada saat Anda berani mengambil risiko. Risiko bukan harus dihindari namun dihadapi, karena inilah proses pembekalan Anda menjadi orang yang berpengalaman.  Pada akhirnya Anda akan tahu kebenaran “No Pain No Gain”.  Risiko dapat dikalkulasi dengan baik, meski tidak ada jaminan akan tepat dan akurat.  Setiap peluang akan datang dari mana saja, namun tidak akan berada dalam waktu panjang, sehingga Anda perlu berani mengambil keputusan untuk memanfaatkan peluang tersebut.  Sebuah kehidupan yang sukses meliputi tidak memiliki penyesalan karena tidak mengambil cukup risiko.
4.      Terus Belajar (Keep Learning)
Makin banyak Anda tahu, makin banyak Anda tidak tahu.  Inilah konsep dasar dari belajar tiada henti.  Anda perlu mencari teman baru setiap saat, sehingga semakin luas wawasan dan pengetahuan Anda.  Pengetahuan selalu berdampak pada kehidupan setiap pagi, sehingga menjadi alasan bagi Anda agar selalu berkembang.
5.      Tidak berpuas Diri (Don’t Settle)
Jika Anda belum menemukannya makan teruslah mencari, jangan berhenti.  Beberapa kejadian dapat berlangsung dalam waktu yang sama, namun lainnya memerlukan waktu, tenaga dan pikiran yang tidak sedikit.  Apapun yang ada didepan Anda harus dihadapi dan dilalui, jangan pernah berpikir menyerah dan berbalik arah.
6.      Jalani Hidup Seimbang (Life Balanced)
Kehidupan selalu berbicara tentang keseimbangan, antara baik dan buruk, tinggi dan rendah.  Dalam kehidupan Anda akan menjalani perbedaan secara pasti, antara keluarga, pribadi, teman dan rekan kerja, komunitas, pasar dan lainnya.  Anda tidak mungkin memenuhi semua keinginan yang ada, namun Anda dapat meraih keseimbangan.  Lakukan pekerjaan Anda dengan sebaik mungkin, dapatkan penghasilan yang baik dari pekerjaan jujur Anda.  Keseimbangan dapat meliputi badan dan pikiran, mental dan spiritual, pribadi dan keluarga.
7.      Carilah Mentor (Seek a Mentor)
Benjamin Franklin berkata, “beritahu aku maka aku lupa, ajari aku maka ingat, libatkan aku maka aku belajar”.  Caar terbaik meraih sukses Anda adalah dengan belajar kepada mereka yang telah melalui jalan tersebut, sehingga Anda akan meminimalisir kejadian-kejadian yang berpotensi gagal.  Mentor mempermudah Anda melakukan yang terbaik dan efektif mencapai sukses.  Anda perlu luangkan waktu untuk berterima kasih kepada mentor terdahulu yakni orang tua, guru sekolah dan lainnya yang menginspirasi Anda untuk sukses.
8.      Diam dan Perhatikan (Listen)
Banyak orang hanya menunggu waktu berbicara ketiak dia diam, padahal dengan banyak mendengar Anda akan menemukan banyak ide dan pikiran.  Anda dengan lebih mendengar akan sangat mengerti apa yang dibicarakan dan terlibat dalam sebuah percapakan.  Ingatlah, bahwa keterlibatan akan membuat Anda akan belajar.  Mendengarkan memberi Anda kesempatan untuk menyuguhkan nasihat, solusi dan curahan.
9.      Jaringan (Networking)
Dalam membangun sebuah kesuksesan, tentu Anda tidak akan lepas dari orang lain.  Mereka yang menjadi rekanan, bawahan dan atasan Anda akan sangat berperan dalam pengembangan diri dan karir profesional Anda.  Orang akan lupa apa yang Anda katakan, apa yang Anda lakukan, namun tidak akan lupa bagaimana Anda memberikan perasaan kepada mereka.  Anda memerlukan orang lain untuk bersandar mencapai sukses.
10.  Bawa Catatan (Notebook)
Kapasitas pikiran Anda tentu sangat besar, namun perlu dimengerti bahwa kemampuan Anda dalam mempertahankan memory tidak lebih baik daripada sebuah catatan.  Memori otak kita cuma mampu bertahan untuk tiga menit, dan jika Anda tidak ingin kehilangan banyak ide, bawalah catatan dan selalu membawanya kemanapun.
BAB III
PENUTUP

3.1.            KESIMPULAN
Perencanaan karir adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seseorang anggota organisasi sebagai perorangan untuk dapat meniti proses kenaikan pangkat dan jabatan sesuai dengan persyaratan dan kemampuannya. Hasil dari perencanaan karier adalah penempatan dari seorang individu  dalam suatu pekerjaan yang merupakan bagian pertama dari sederetan pekerjaan. Jalur karier penting dalam perencanaan tenaga kerja.
Tujuan dari pengembangan karir adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan oleh pekerjaan oleh para pekerja, agar semakin mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan tujuan bisnis organisasi. pengembangan karier dibedakan menjadi 2 pendekatan yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan baru.
Perencanaan karir dibuat agar karir yang dijalankan bisa berjalan lancar dan sukses. Beberapa strategi agar karir sukses diantaranya adalah Tetapkan Tujuan Anda, Jangan Takut Gagal, Berani Menghadapi Resiko, Terus Belajar, Tidak berpuas Diri, Jalani Hidup Seimbang, Carilah Mentor, Diam dan Perhatikan, Jaringan, dan yang terakhir Bawa Catatan.








DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar