Selasa, 31 Maret 2015

Teori Penawaran



TEORI PENAWARAN
Tugas Makalah Mikro Ekonomi Islam



Disusun oleh    :
                             Rendi Saputra                (20123300
                             Ayu septiyamin              (2012330002)
                             Idha Purnamawati                   (201233000


PROGRAM STUDY EKONOMI ISLAM (2012-2013)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
CIRENDEU – TANGERANG SELATAN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         LATAR BELAKANG
Ekonomi adalah ilmu yang memepelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran dalam memenuhi kebutuhannya. Namun untuk mencapai kemakmuran tersebut ada masalah konomi yang harus dihadapi. Masalah ekonomi tersebut adalah kebutuhan manusia yang semakin tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan tersebut jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan kelangkaan, juga menyebabkan beberapa perilaku yang berasal dari produsen dan konsumen.
Beberapa perilaku dari produsen tersebut diantaranya bersaing dengan produsen lain dalam memproduksi kebutuhan manusia. Produsen dalam hal ini adalah orang, perusahaan atau pihak-pihak yang melakukan kegiatan produksi, yaitu kegiatan menghasilkan barang dengan tujuan mencari  keuntungan dan memenuhi kebutuhan manusia dengan cara menghasilkan produk produk berkualitas yang memuaskan bagi para konsumen

Teori penawaran sebenarnya merupakan kelanjutan dari pembahasan tentang teori permintaan.   Pada dasarnya terdapat garis harga yang tak terbatas jumlahnya di atas titik perpotongan antara kurva biaya variabel rata-rata, dan dari sinilah kita dapat menemukan kuantitas yang dapat ditawarkan pada setiap tingkat harga.

Terdapatnya permintaan belum merupakan syarat yang cukup untuk mewujudkan transaksi dalam pasar. Permintaan yang wujudnya hanya dapat dipenuhi apabila para penjual dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan tersebut.
1.2.         PEMBATASAN MASALAH
 Masalah yang akan dibahas oleh Penulis dalam penulisan ini adalah mengenai “TEORI PENAWARAN”.
1.3.         PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan  latar belakang masalah di atas maka Penulis merumuskan masalah pada karya tulis ini. Mengenai TEORI PENAWARAN dan apa saja yang terangkum didalamnya?
1.4.         MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Sebagai salah satu tugas mata kuliah MIKRO EKONOMI ISLAM
2.      Sebagai penambah ilmu pengetahuan tentang teori penawaran













BAB II
PEMBAHASAN

2.1.         DEFINISI PENAWARAN
Penawaran (supply), dalam  ilmu ekonomi adalah  banyaknya barang atau jasa yang  tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Jadi Penawaran dapat didefinisikan yaitu banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.

Teori penawaran yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual. Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.
2.2.            HUKUM PENAWARAN
Penawaran adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk dijual dalam  rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.
Bunyi Hukum penawaran adalah “makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan”.
Hukum  ini menunjukkan wujud hubungan positif antara tingkat harga dan  kuantitas barang yang ditawar. Hal ini disebabkan karena harga yang tinggi memberi keuntungan yang lebih kepada produsen, jadi produsen akan menawarkan lebih banyak barang. Harga yang tinggi, menyebabkan produsen berpendapat barang tersebut sangat diminta oleh konsumen tetapi penawarannya kurang di pasaran. Produsen akan menambahkan penawaran untuk memenuhi permintaan.

Sedangkan teori penawaran dalam Ekonomi Islam menyatakan bahwa yang pertama adalah Islam memandang manusia secara umum, apakah sebagai konsumen atau produsen, sebagai suatu objek yang terkait dengan nilai-nilai. Nilai-nilai yang paling pokok yang didorong oleh Islam dalam kehidupan perekonomian adalah kesederhanaan, tidak silau dengan gemerlapnya kenikmatan duniawi (zuhud) dan ekonomis (iqtishad). Inilah nilai-nilai yang seharusnya menjadi trend gaya hidup Islamic man.

Yang kedua adalah norma-norma Islam yang selalu menemani kehidupan manusia yaitu halal dan haram. Produk-produk dan transaksi pertukaran barang dan jasa tunduk kepada norma ini. Hal-hal yang diharamkan atas manusia  itu pada hakekatnya adalah barang-barang atau transaksi-transaksi yang berbahaya bagi diri mereka dan kemaslahatannya.

Jenis – jenis elastisitas Penawaran adalah sebagai berikut :
1.      Penawaran elastis
Penawaran disebut elastis apabila koefisien elastisitasnya lebih besar dari satu (Es > 1). Artinya,persentasi perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih besar daripada persentase perubahan harga
2.      Penawaran inelastis
Penawaran disebut inelastis apabila koefisien elastisitasnya lebih kecil dari satu (Es < 1). Artinya,persentasi perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih kecil daripada persentase perubahan harga.
3.      Penawaran elastis uniter
Penawaran disebut elastis uniter apabila koefisien elastisitasnya sama dengan satu (Es = 1). Artinya,persentasi perubahan jumlah penawaran sama dengan persentase perubahan harga
4.      Penawaran Elastis Sempurna
Penawaran disebut elastis sempurna apabila koefisien elastisitasnya sama dengan tak terhingga (Es = ∞). Artinya,pada perubahan harga tertentu, kuantitas yang diminta berubah menjadi tidak terbatas.
5.      Penawaran Inelastis Sempurna
Penawaran disebut inelastis sempurna apabila koefisien elastisitasnya sama dengan nol (ES = 0). Artinya,berapapun besarnya perubahan harga, kuantitas yang diminta tidak akan berubah
2.3.         KONSEP BIAYA DALAM TEORI PENAWARAN EKONOMI
1.      Total Cost dan Marginal Cost
Fungsi total cost menunjukan, untuk setiap kombinasi input dan untuk setiap tingkat output, minimum total cost yang muncul adalah TC=TC(r,w,q). Meskipun fungsi total cost menggambarkan secara menyeluruh biaya yang harus dikeluarkan, namun akan lebih memudahkan dalam kaitannya dengan kurva permintaan, bila analisis biaya dilakukan pada biaya per unit. Ada dua konsep biaya per unit yang dikenal :
a.       Average Cost
Fungsi average total cost atau average cost adalah biaya per unit atau dihitung dengan rumus total cost dibagi dengan jumlah output yang dihasilkan. Secara matematis ditulis:
ATC = ATC (r,w,q) = TC (r,w,q) / q
b.      Marginal Cost
Fungsi marginal cost adalah tambahan biaya yang muncul untuk setiap tambahan output yang dihasilkan atau dihitung dengan rumus perubahan total biaya dibagi perubahan output. Secara matematis ditulis :
MC = MC (r,w,q) = δTC (r,w,q)/ δq

Jadi fungsi total cost diturunkan dari fungsi total produksi, dan fungsi marginal cost diturunkan dari fungsi total cost. Begitu pula dengan fungsi average cost diturunkan dari fungsi total cost.
2.4.         FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN
Penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
a.       Harga Barang/Jasa
Ketika harga naik, penjual akan menambah jumlah barang karena ingin memperoleh keuntungan yang besar. Ketika harga turun, penjual akan mengurangi jumlah barang yang dijualnya karena takut mengalami kerugian.
b.      Harga Input/Biaya Produksi
Harga input turut mempengaruhi kuantitas yang ditawarkan. Ketika harga tenaga kerja, modal, bahan baku, dan bahan pembantu naik, produsen akan terdorong untuk mengurangi kuantitas yang ditawarkan karena menanggung biaya yang lebih besar.
c.       Teknologi Produksi
Teknologi produksi yang digunakan ikut mempengaruhi kuantitas yang ditawarkan sehingga mempengaruhi penawaran.
d.      Ekspektasi Penjual/Produsen
Jika penjual memperkirakan harga barang tersebut akan naik, maka ia akan menambah kauntitas barang tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika produsen memperkirakan harga barang akan turun, maka ia akan mengurangi kuantitas barang yang dijualnya.
e.       Keuntungan yang diinginkan oleh Produsen
Besar-kecilnya keuntungan yang diinginkan oleh produsen akan ikut mempengaruhi besar-kecilnya harga jual sehingga jumlah barang yang ditawarkan pun akan banyak terpengaruhi. Semakin besar keuntungan yang akan diperoleh semakin besar harga jual dan semakin banyak barang yang ditawarkan, sebaliknya semakin kecil keuntungan semakin rendah harga jual, maka semakin sedikit harga yang ditawarkan.
f.       Banyaknya Penjual/Pesaing
Banyak atau sedikitnya jumlah penjual berpengaruh terhadap besar-kecilnya harga dan jumlah barang yang ditawarkan.
2.5.         PERUBAHAN PENAWARAN
a.       Perubahan Biaya Produksi
Biaya produksi menentukan harga pokok barang yang diproduksi. Dengan demikian, bila biaya produksi berubah (misalnya meningkat) produsen akan mengurangi jumlah penawaran. Jika biaya produksi turun, maka akan semakin banyak barang atau jasa yang ditawarkan.
b.      Teknologi yang digunakan
Teknologi yang digunakan dalam produksi semula dimaksudkan agar terjadi efisiensi dalam produksi. Semakin modern teknologi yang digunakan, produksi semakin efisien. Artinya, semakin modern teknologi yang digunakan, baik kualitas maupun kuantitas produksi semakin meningkat dengan biaya produksi yang semakin dapat ditekan. Oleh karena itu, kemajuan teknologi dapat mempengaruhi besar-kecilnya penawaran.
c.       Harapan mendapatkan laba
Besar-kecilnya laba yang diingin oleh penjual/produsen akan mempengaruhi besar-kecilnya harga jual arang kepada konsumen. Besar-kecilnya harga jual akan berpengaruh terhadap besar-kecilnya jumlah barang yang ditawarkan.
d.      Harapan masa yang akan datang (Expectation)
Bila produsen memperkirakan kenaikan harga di masa yang akan datang, ia akan menawarkan lebih sedikit barang saat ini. Demikian pula sebaliknya. 
2.6.         PENGARUH FAKTOR BUKAN-HARGA TERHADAP PENAWARAN
Telah dinyatakan bahwa penawaran sesuatu barang yang ditentukan oleh harga barang itu sendiri dan juga oleh beberapa faktor lainnya. Kita baru saja memperhatikan bagaimana harga akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan. Untuk melengkapi analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, selanjutnya perlu pulalah diteliti peranan faktor-faktor lainnya dalam mempengaruhi jumlah barang yang ditawarkan.
a.       Harga Barang Lain
Dalam  membahas teori permintaan bahwa barang-barang ada yang saling bersaingan (barang-barang pengganti) satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang-barang seperti itu dapat menimbulkan pengaruh yang penting kepada penawaran sesuatu barang. Sebagai contoh, oleh karena kenaikan biaya produksi di luar negeri maka buku tulis yang diimpor bertambah  mahal harganya. Beberapa konsumen buku  tulis impor sekarang lebih suka membeli buku tulis buatan dalam negeri dan menaikkan permintaan terhadapnya. Kenaikan permintaan ini akan memberi dorongan kepada produsen dalam negeri untuk menaikkan produksi dan penawaran buku tulis.
b.      Biaya untuk Memperoleh Faktor Produksi
Pembayaran kepada faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam  proses produksi berbagai perusahaan. Pengeluaran tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Tanpa adanya kenaikan produktivitas dan efisiensi, kenaikan harga faktor-faktor produksi akan menaikkan biaya produksi. Di beberapa perusahaan kenaikan pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi melebihi hasil penjualannya dan  mereka mengalami kerugian. Ini dapat menimbulkan penutupan  usaha tersebut dan jumlah penawaran barang menjadi berkurang.
c.       Tujuan perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha memaksimumkan  keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas memproduksinya secara maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan  keuntungannya. Tetapi  dalam  prakteknya perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Tujuan yang berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
d.      Tingkat teknologi
Tingkat teknologi memegang peranan penting dalam menentukan banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktifitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu  barang, kemajuan teknologi menimbulkan dua efek, yaitu:
1.      produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan
2.      biaya produksi semakin murah. Dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi.
2.7.         FAKTOR-FAKTOR PENAWARAN DALAM ISLAM
Dalam  khasanah  pemikiran ekonomi  islam klasik, penawaran telah dikenali sebagai kekuatan penting di dalam pasar, Ibnu Taimiyah, misalnya mengistilahkan penawaran ini sebagai ketersediaan barang di pasar. Dalam pandangannya, penawaran dapat berasal dari impor dan diproduksi lokal kegiatan ini dilakukan oleh produsen maupun penjual.
1.      Mashlahah
Pengaruh mashlahah terhadap penawaran pada dasarnya akan tergantung pada tingkat keimanan dari produsen
. Jika jumlah mashlahah yang terkandung dalam barang yang diproduksi semakin meningkat maka produsen muslim akan memperbanyak jumlah produksinya.
2.      Keuntungan
Keuntungan merupakan bagian dari mashlahah karena ia dapat mengakumulasi modal yang pada akhirnya dapat digunakan untuk berbagai aktivitas lainnya. Dengan kata lain, keuntungan akan menjadi tambahan modal guna memperoleh mashlahah lebih besar lagi untuk mencapai falah.
Dalam ekonomi Islam diketahui bahwa ada 4 hal yang dilarang dalam menjalankan aktivitas ekonomi, yaitu : mafsadah, gharar, maisir, dan transaksi riba. Mafsadah, gharar dan maisir sebagai tindakan yang menyebabkan kerusakan (negative externalities) sebagai akibat yang melekat dari suatu aktivitas produksi yang hanya memperhatikan keuntungan semata.

Adapun konsep penawaran  merupakan bentuk  perilaku  ekonomi yang sangat penting dalam teori ekonomi, baik makro maupun mikro. Konsep ini juga dapat  menjelaskan  hubungannya dengan perilaku produsen dalam  penetapan harga yang didahului dengan perhitungan biaya produksinya. Bila hukum penawaran ditetapkan dengan mengasumsikan faktor-faktor yang mempengaruhi determinasi harga terhadap penawaran dianggap tetap (ceteris paribus), sedangkan bila penawaran yang menentukan harga maka disebut teori penawaran (tanpa asumsi ceteris paribus). Maka, diperlukan konsensus yang baru terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan yang perlu untuk diperhitungkan di dalam penawaran terkait aspek mafsadah, gharar dan maisir.
2.8.         PENGARUH ZAKAT TERHADAP PENAWARAN
Pengaruh zakat terhadap  penawaran dapat dilihat dari dua sisi. Yang pertama adalah melihat pengaruh kewajiban membayar zakat terhadap perilaku penawaran. Dalam hal ini dicontohkan zakat perniagaan. Disisi lain adalah pengaruh zakat produktif, yakni alokasi zakat untuk kegiatan produktif dari mustahik terhadap kurva penawaran.

Zakat yang dikenakan kepada hasil produksi adalah zakat perniagaan, yang baru dikenakan apabila hasil produksi dijual dan hasil penjual telah memenuhi nisab (batas minimal harta yang menjadi obyek zakat setrara 96 gram emas) dan haul (batas minimal waktu harta itu dimiliki dalam hal ini satu tahun). Menurut Adiwarman Karim, pengenaan zakat perniagaan tidak berpengaruh terhdap kurva penawaran, tidak seperti pajak yang mengajibatkan komponen biaya meningkat. Justru dengan adanya zakat perniagaan membuat produsen bersemangat untuk memaksimalkan hasil produksi, karena semakin banyak keuntungan maka akan membayar zakat lebih banyak juga.

Karena zakat yang disalurkan berupa qardhul hasan, maka tidak ada biaya atas penggunaan zakat sebagai factor produksi. Dengan demikian mustahik yang menjadi produsen dengan dana zakat produktif dapat menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih kompetitif. Ini menyebablan kurva penawara bergeser kebawah akibat dana zakat produktif tersebut.






















BAB III
PENUTUP

3.1.    Kesimpulan
Dari penjelasan-penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari Penawaran (supply), dalam  ilmu ekonomi  adalah  jumlah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan  dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran adalah harga barang itu sendiri, biaya produksi dan jumlah produsen di pasar dan lain sebagainya. Sedangkan factor penawaran dalam islam adalah mashlahah dan keuntungan. Dimana, Pengaruh mashlahah terhadap penawaran pada dasarnya akan tergantung pada tingkat keimanan dari produsen. Jika jumlah mashlahah yang terkandung dalam barang yang diproduksi semakin meningkat maka produsen muslim akan memperbanyak jumlah produksinya. Sedangkan keuntungan merupakan bagian dari mashlahah karena ia dapat mengakumulasi modal yang pada akhirnya dapat digunakan untuk berbagai aktivitas lainnya. Dengan kata lain, keuntungan akan menjadi tambahan modal guna memperoleh mashlahah lebih besar lagi untuk mencapai falah.

Dalam ekonomi Islam diketahui bahwa ada 4 hal yang dilarang dalam menjalankan aktivitas ekonomi, yaitu : mafsadah, gharar, maisir, dan transaksi riba. Mafsadah, gharar dan maisir sebagai tindakan yang menyebabkan kerusakan (negative externalities) sebagai akibat yang melekat dari suatu aktivitas produksi yang hanya memperhatikan keuntungan semata.



DAFTAR PUSTAKA

Karim, Adiwarman A., Ekonomi Mikro Islam, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2007.
Nasution, Mustafa Edwin, Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam, Jakarta : Predana Media Group, 2006.
Sukirno, Sadono, Mikro Ekonomi Teori Pengantar, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2006.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar