TEORI PENAWARAN
Tugas Makalah Mikro Ekonomi Islam
Disusun
oleh :
Rendi Saputra (20123300
Ayu septiyamin (2012330002)
Idha Purnamawati (201233000
PROGRAM
STUDY EKONOMI ISLAM (2012-2013)
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH JAKARTA
CIRENDEU
– TANGERANG SELATAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Ekonomi adalah ilmu yang
memepelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran dalam memenuhi
kebutuhannya. Namun untuk mencapai kemakmuran tersebut ada masalah konomi yang
harus dihadapi. Masalah ekonomi tersebut adalah kebutuhan manusia yang semakin
tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan tersebut jumlahnya terbatas.
Permasalahan itu kemudian menyebabkan kelangkaan, juga menyebabkan beberapa perilaku
yang berasal dari produsen dan konsumen.
Beberapa perilaku dari produsen tersebut diantaranya bersaing
dengan produsen lain dalam memproduksi kebutuhan manusia. Produsen dalam hal
ini adalah orang, perusahaan atau pihak-pihak yang melakukan kegiatan produksi,
yaitu kegiatan menghasilkan barang dengan tujuan mencari keuntungan dan memenuhi kebutuhan manusia
dengan cara menghasilkan produk produk berkualitas yang memuaskan bagi para
konsumen
Teori penawaran sebenarnya merupakan kelanjutan dari pembahasan
tentang teori permintaan. Pada dasarnya
terdapat garis harga yang tak terbatas jumlahnya di atas titik perpotongan
antara kurva biaya variabel rata-rata, dan dari sinilah kita dapat menemukan
kuantitas yang dapat ditawarkan pada setiap tingkat harga.
Terdapatnya
permintaan belum merupakan syarat yang cukup untuk mewujudkan transaksi dalam
pasar. Permintaan yang wujudnya hanya dapat dipenuhi apabila para penjual dapat
menyediakan barang-barang yang diperlukan tersebut.
1.2.
PEMBATASAN MASALAH
Masalah yang akan dibahas oleh Penulis dalam
penulisan ini adalah mengenai “TEORI PENAWARAN”.
1.3.
PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka Penulis
merumuskan masalah pada karya tulis ini. Mengenai TEORI PENAWARAN dan apa
saja yang terangkum didalamnya?
1.4.
MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan
penulisan makalah ini adalah :
1.
Sebagai salah satu tugas mata kuliah
MIKRO EKONOMI ISLAM
2.
Sebagai penambah ilmu pengetahuan
tentang teori penawaran
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
DEFINISI PENAWARAN
Penawaran (supply), dalam ilmu ekonomi
adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen
kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Jadi Penawaran
dapat didefinisikan yaitu banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada
suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.
Teori penawaran yaitu teori yang menerangkan sifat
penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual. Gerakan
sepanjang dan pergeseran kurva penawaran Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan
dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.
2.2.
HUKUM PENAWARAN
Penawaran
adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk
dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan
masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.
Bunyi Hukum penawaran adalah “makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah
barang yang ditawarkan oleh para penjual dan sebaliknya makin rendah harga
suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan”.
Hukum ini menunjukkan wujud hubungan positif
antara tingkat harga dan kuantitas barang yang ditawar. Hal ini
disebabkan karena harga yang tinggi memberi keuntungan yang lebih kepada
produsen, jadi produsen akan menawarkan lebih banyak barang. Harga yang tinggi,
menyebabkan produsen berpendapat barang tersebut sangat diminta oleh konsumen
tetapi penawarannya kurang di pasaran. Produsen akan menambahkan penawaran
untuk memenuhi permintaan.
Sedangkan teori
penawaran dalam Ekonomi Islam menyatakan bahwa yang pertama adalah Islam
memandang manusia secara umum, apakah sebagai konsumen atau produsen, sebagai
suatu objek yang terkait dengan nilai-nilai. Nilai-nilai yang paling pokok yang
didorong oleh Islam dalam kehidupan perekonomian adalah kesederhanaan, tidak
silau dengan gemerlapnya kenikmatan duniawi (zuhud) dan ekonomis (iqtishad). Inilah nilai-nilai yang seharusnya
menjadi trend gaya hidup Islamic man.
Yang kedua
adalah norma-norma Islam yang selalu menemani kehidupan manusia yaitu halal dan
haram. Produk-produk dan transaksi pertukaran barang dan jasa tunduk kepada
norma ini. Hal-hal yang diharamkan atas manusia itu pada hakekatnya adalah barang-barang atau
transaksi-transaksi yang berbahaya bagi diri mereka dan kemaslahatannya.
Jenis – jenis elastisitas
Penawaran adalah sebagai berikut :
1.
Penawaran elastis
Penawaran
disebut elastis apabila koefisien elastisitasnya lebih besar dari satu (Es >
1). Artinya,persentasi perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih besar
daripada persentase perubahan harga
2.
Penawaran inelastis
Penawaran
disebut inelastis apabila koefisien elastisitasnya lebih kecil dari satu (Es
< 1). Artinya,persentasi perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih kecil
daripada persentase perubahan harga.
3.
Penawaran elastis uniter
Penawaran
disebut elastis uniter apabila koefisien elastisitasnya sama dengan satu (Es =
1). Artinya,persentasi
perubahan jumlah penawaran sama dengan persentase perubahan harga
4.
Penawaran Elastis Sempurna
Penawaran
disebut elastis sempurna apabila koefisien elastisitasnya sama dengan tak
terhingga (Es = ∞). Artinya,pada perubahan harga tertentu, kuantitas yang
diminta berubah menjadi tidak terbatas.
5.
Penawaran Inelastis Sempurna
Penawaran
disebut inelastis sempurna apabila koefisien elastisitasnya sama dengan nol (ES
= 0). Artinya,berapapun besarnya perubahan harga, kuantitas yang diminta tidak
akan berubah
2.3.
KONSEP BIAYA DALAM TEORI PENAWARAN EKONOMI
1.
Total Cost dan Marginal Cost
Fungsi total
cost menunjukan, untuk setiap kombinasi input dan untuk setiap tingkat output,
minimum total cost yang muncul adalah TC=TC(r,w,q). Meskipun fungsi total cost
menggambarkan secara menyeluruh biaya yang harus dikeluarkan, namun akan lebih
memudahkan dalam kaitannya dengan kurva permintaan, bila analisis biaya
dilakukan pada biaya per unit. Ada dua konsep biaya per unit yang dikenal :
a.
Average Cost
Fungsi average
total cost atau average cost adalah biaya per unit atau dihitung dengan rumus
total cost dibagi dengan jumlah output yang dihasilkan. Secara matematis
ditulis:
ATC = ATC (r,w,q) = TC (r,w,q) / q
b. Marginal Cost
Fungsi marginal
cost adalah tambahan biaya yang muncul untuk setiap tambahan output yang
dihasilkan atau dihitung dengan rumus perubahan total biaya dibagi perubahan
output. Secara matematis ditulis :
MC = MC (r,w,q) = δTC (r,w,q)/ δq
Jadi fungsi total cost diturunkan dari fungsi total produksi, dan fungsi
marginal cost diturunkan dari fungsi total cost. Begitu pula dengan fungsi
average cost diturunkan dari fungsi total cost.
2.4.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN
Penawaran dipengaruhi
oleh beberapa faktor, antara lain
a.
Harga Barang/Jasa
Ketika harga naik, penjual akan
menambah jumlah barang karena ingin memperoleh keuntungan yang besar. Ketika harga
turun, penjual akan mengurangi jumlah barang yang dijualnya karena takut mengalami
kerugian.
b. Harga
Input/Biaya Produksi
Harga input
turut mempengaruhi kuantitas yang ditawarkan. Ketika harga tenaga kerja, modal,
bahan baku, dan bahan pembantu naik, produsen akan terdorong untuk mengurangi
kuantitas yang ditawarkan karena menanggung biaya yang lebih besar.
c. Teknologi
Produksi
Teknologi produksi yang digunakan
ikut mempengaruhi kuantitas yang ditawarkan sehingga mempengaruhi penawaran.
d. Ekspektasi
Penjual/Produsen
Jika penjual memperkirakan harga
barang tersebut akan naik, maka ia akan menambah kauntitas barang tersebut.
Begitu juga sebaliknya, jika produsen memperkirakan harga barang akan turun,
maka ia akan mengurangi kuantitas barang yang dijualnya.
e. Keuntungan
yang diinginkan oleh Produsen
Besar-kecilnya keuntungan yang
diinginkan oleh produsen akan ikut mempengaruhi besar-kecilnya harga jual
sehingga jumlah barang yang ditawarkan pun akan banyak terpengaruhi. Semakin
besar keuntungan yang akan diperoleh semakin besar harga jual dan semakin
banyak barang yang ditawarkan, sebaliknya semakin kecil keuntungan semakin
rendah harga jual, maka semakin sedikit harga yang ditawarkan.
f. Banyaknya
Penjual/Pesaing
Banyak atau sedikitnya jumlah
penjual berpengaruh terhadap besar-kecilnya harga dan jumlah barang yang
ditawarkan.
2.5.
PERUBAHAN PENAWARAN
a. Perubahan
Biaya Produksi
Biaya produksi menentukan harga
pokok barang yang diproduksi. Dengan demikian, bila biaya produksi berubah
(misalnya meningkat) produsen akan mengurangi jumlah penawaran. Jika biaya
produksi turun, maka akan semakin banyak barang atau jasa yang ditawarkan.
b. Teknologi
yang digunakan
Teknologi yang digunakan dalam
produksi semula dimaksudkan agar terjadi efisiensi dalam produksi. Semakin
modern teknologi yang digunakan, produksi semakin efisien. Artinya, semakin
modern teknologi yang digunakan, baik kualitas maupun kuantitas produksi
semakin meningkat dengan biaya produksi yang semakin dapat ditekan. Oleh karena
itu, kemajuan teknologi dapat mempengaruhi besar-kecilnya penawaran.
c. Harapan
mendapatkan laba
Besar-kecilnya laba yang diingin
oleh penjual/produsen akan mempengaruhi besar-kecilnya harga jual arang kepada
konsumen. Besar-kecilnya harga jual akan berpengaruh terhadap besar-kecilnya
jumlah barang yang ditawarkan.
d. Harapan
masa yang akan datang (Expectation)
Bila produsen
memperkirakan kenaikan harga di masa yang akan datang, ia akan menawarkan lebih
sedikit barang saat ini. Demikian pula sebaliknya.
2.6.
PENGARUH FAKTOR BUKAN-HARGA TERHADAP PENAWARAN
Telah dinyatakan bahwa penawaran sesuatu barang yang
ditentukan oleh harga barang itu sendiri dan juga oleh beberapa faktor lainnya.
Kita baru saja memperhatikan bagaimana harga akan mempengaruhi jumlah yang
ditawarkan. Untuk melengkapi analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
penawaran, selanjutnya perlu pulalah diteliti peranan faktor-faktor lainnya
dalam mempengaruhi jumlah barang yang ditawarkan.
a. Harga Barang
Lain
Dalam membahas teori permintaan bahwa barang-barang
ada yang saling bersaingan (barang-barang pengganti) satu sama lain dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang-barang seperti itu dapat menimbulkan
pengaruh yang penting kepada penawaran sesuatu barang. Sebagai contoh, oleh
karena kenaikan biaya produksi di luar negeri maka buku tulis yang diimpor
bertambah mahal harganya. Beberapa
konsumen buku tulis impor sekarang lebih
suka membeli buku tulis buatan dalam negeri dan menaikkan permintaan
terhadapnya. Kenaikan permintaan ini akan memberi dorongan kepada produsen
dalam negeri untuk menaikkan produksi dan penawaran buku tulis.
b. Biaya untuk
Memperoleh Faktor Produksi
Pembayaran kepada faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat
penting dalam proses produksi berbagai perusahaan.
Pengeluaran tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya
produksi. Tanpa adanya kenaikan produktivitas dan efisiensi, kenaikan harga
faktor-faktor produksi akan menaikkan biaya produksi. Di beberapa perusahaan
kenaikan pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor produksi akan menyebabkan
biaya produksi melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini dapat
menimbulkan penutupan
usaha tersebut dan jumlah penawaran barang
menjadi berkurang.
c. Tujuan
perusahaan
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha memaksimumkan keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap
perusahaan tidak berusaha untuk menggunakan kapasitas memproduksinya secara
maksimal, tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya. Tetapi dalam prakteknya
perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai tujuan lain. Tujuan yang
berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda terhadap penentuan tingkat
produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya
sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
d. Tingkat
teknologi
Tingkat teknologi memegang peranan penting dalam menentukan banyaknya
jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi
biaya produksi, mempertinggi produktifitas, mempertinggi mutu barang dan
menciptakan barang-barang yang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan dua
efek, yaitu:
1. produksi dapat
ditambah dengan lebih cepat, dan
2. biaya produksi
semakin murah. Dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi.
2.7.
FAKTOR-FAKTOR PENAWARAN DALAM ISLAM
Dalam khasanah pemikiran ekonomi islam klasik, penawaran telah dikenali sebagai
kekuatan penting di dalam pasar, Ibnu Taimiyah, misalnya mengistilahkan
penawaran ini sebagai ketersediaan barang di pasar. Dalam pandangannya,
penawaran dapat berasal dari impor dan diproduksi lokal kegiatan ini dilakukan
oleh produsen maupun penjual.
1. Mashlahah
Pengaruh mashlahah terhadap penawaran pada dasarnya akan tergantung pada tingkat keimanan dari produsen. Jika jumlah mashlahah yang terkandung dalam barang yang diproduksi semakin meningkat maka produsen muslim akan memperbanyak jumlah produksinya.
Pengaruh mashlahah terhadap penawaran pada dasarnya akan tergantung pada tingkat keimanan dari produsen. Jika jumlah mashlahah yang terkandung dalam barang yang diproduksi semakin meningkat maka produsen muslim akan memperbanyak jumlah produksinya.
2. Keuntungan
Keuntungan merupakan bagian dari
mashlahah karena ia dapat mengakumulasi modal yang pada akhirnya dapat
digunakan untuk berbagai aktivitas lainnya. Dengan kata
lain, keuntungan akan menjadi tambahan modal guna memperoleh mashlahah lebih
besar lagi untuk mencapai falah.
Dalam ekonomi
Islam diketahui bahwa ada 4 hal yang dilarang dalam menjalankan aktivitas
ekonomi, yaitu : mafsadah, gharar, maisir, dan transaksi riba. Mafsadah, gharar
dan maisir sebagai tindakan
yang menyebabkan kerusakan (negative
externalities) sebagai akibat yang melekat dari suatu aktivitas produksi
yang hanya memperhatikan keuntungan semata.
Adapun konsep
penawaran merupakan bentuk perilaku ekonomi yang
sangat penting dalam teori ekonomi, baik makro maupun mikro. Konsep ini juga
dapat menjelaskan hubungannya dengan perilaku produsen dalam penetapan harga yang didahului dengan
perhitungan biaya produksinya. Bila hukum penawaran ditetapkan dengan
mengasumsikan faktor-faktor yang mempengaruhi determinasi harga terhadap
penawaran dianggap tetap (ceteris
paribus), sedangkan bila penawaran yang menentukan harga maka disebut
teori penawaran (tanpa asumsi ceteris
paribus). Maka, diperlukan konsensus yang baru terkait tanggung jawab
sosial dan lingkungan yang perlu untuk diperhitungkan di dalam penawaran
terkait aspek mafsadah, gharar dan maisir.
2.8.
PENGARUH ZAKAT TERHADAP PENAWARAN
Pengaruh
zakat terhadap penawaran dapat dilihat
dari dua sisi. Yang pertama adalah melihat pengaruh kewajiban membayar zakat
terhadap perilaku penawaran. Dalam hal ini dicontohkan zakat perniagaan. Disisi
lain adalah pengaruh zakat produktif, yakni alokasi zakat untuk kegiatan produktif
dari mustahik terhadap kurva penawaran.
Zakat
yang dikenakan kepada hasil produksi adalah zakat perniagaan, yang baru
dikenakan apabila hasil produksi dijual dan hasil penjual telah memenuhi nisab
(batas minimal harta yang menjadi obyek zakat setrara 96 gram emas) dan haul
(batas minimal waktu harta itu dimiliki dalam hal ini satu tahun). Menurut
Adiwarman Karim, pengenaan zakat perniagaan tidak berpengaruh terhdap kurva
penawaran, tidak seperti pajak yang mengajibatkan komponen biaya meningkat. Justru
dengan adanya zakat perniagaan membuat produsen bersemangat untuk memaksimalkan
hasil produksi, karena semakin banyak keuntungan maka akan membayar zakat lebih
banyak juga.
Karena
zakat yang disalurkan berupa qardhul hasan, maka tidak ada biaya atas
penggunaan zakat sebagai factor produksi. Dengan demikian mustahik yang menjadi
produsen dengan dana zakat produktif dapat menawarkan barang dan jasa dengan
harga yang lebih kompetitif. Ini menyebablan kurva penawara bergeser kebawah
akibat dana zakat produktif tersebut.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari penjelasan-penjelasan diatas, dapat disimpulkan
bahwa
pengertian dari Penawaran (supply), dalam ilmu ekonomi adalah jumlah banyaknya barang atau jasa yang
tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada
konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.
Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi penawaran adalah harga barang itu sendiri, biaya produksi dan
jumlah produsen di pasar dan lain sebagainya. Sedangkan factor penawaran dalam
islam adalah mashlahah dan keuntungan. Dimana, Pengaruh mashlahah terhadap penawaran
pada dasarnya akan tergantung pada tingkat keimanan dari produsen. Jika jumlah
mashlahah yang terkandung dalam barang yang diproduksi semakin meningkat maka
produsen muslim akan memperbanyak jumlah produksinya. Sedangkan keuntungan
merupakan bagian dari mashlahah karena ia dapat mengakumulasi modal yang pada
akhirnya dapat digunakan untuk berbagai aktivitas lainnya. Dengan kata
lain, keuntungan akan menjadi tambahan modal guna memperoleh mashlahah lebih
besar lagi untuk mencapai falah.
Dalam ekonomi Islam diketahui bahwa ada 4 hal yang
dilarang dalam menjalankan aktivitas ekonomi, yaitu : mafsadah, gharar,
maisir, dan transaksi riba. Mafsadah, gharar dan maisir
sebagai tindakan yang menyebabkan kerusakan (negative externalities)
sebagai akibat yang melekat dari suatu aktivitas produksi yang hanya
memperhatikan keuntungan semata.
DAFTAR PUSTAKA
Karim, Adiwarman A., Ekonomi Mikro Islam, Jakarta : PT
RajaGrafindo Persada, 2007.
Nasution, Mustafa Edwin, Pengenalan Ekslusif
Ekonomi Islam, Jakarta : Predana Media Group, 2006.
Sukirno, Sadono, Mikro Ekonomi Teori Pengantar, Jakarta :
PT RajaGrafindo Persada, 2006.
http://milhatinnajihah.blogspot.com/2011/05/teori-penawaran-islami.html
http://dimel2002.multiply.com/journal/item/12/Teori-Penawaran-islami
http://dimel2002.multiply.com/journal/item/12/Teori-Penawaran-islami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar