Selasa, 31 Maret 2015

Media dan Jaringan Komunikasi



Media dan jaringan komunikasi
Tugas Makalah Perilaku Organisasi


Disusun oleh    :
                             Rendi Saputra                (2012330014)
                             Ayu septiyamin              (2012330002)
                             Idha Purnamawati                   (2012330012)

PROGRAM STUDY EKONOMI ISLAM (2012-2013)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
CIRENDEU – TANGERANG SELATAN




Kata Pengantar

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualikum wr.wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas segala limpahan rahmat, Inayah, Taufik, dan Hinayahnya. Sehingga kami selaku penyusun dapat menyelesaikan  penyusunan  makalah  ini yang berjudul “MEDIA DAN JARINGAN KOMUNIKASI” dalam bentuk maupun isinya yang sederhana.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Kami  menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam  penyusunan  makalah  ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.
Wassalamualaikum wr.wb






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................. 1 
1.1.    Latar Belakang..................................................................... 1 
1.2.   Pembatasan Masalah............................................................ 1 
1.3.    Perumusan Masalah............................................................. 1 
1.4.    Maksud dan Tujuan.............................................................. 2 
BAB II PEMBAHASAN.............................................................. 3 
2.1.  Definisi media komunikasi................................................... 3 
2.2.  sifat komunikasi................................................................... 3 
2.3.   Arah komunikasi.................................................................. 6
2.4. lawan komunikasi................................................................. 11
2.5.  komunikasi formal dan  informal......................................... 12
2.6.  jaringan komunikasi............................................................. 13
BAB III PENUTUP...................................................................... 18
3.1.  Kesimpulan.......................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA.................................................................. 19


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         LATAR BELAKANG
Komunikasi merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. Komunikasi dibutuhkan untuk memperoleh atau memberi informasi dari atau kepada orang lain.Kebutuhan untuk mendapatkan informasi semakin meningkat,sehingga manusia membutuhkan alat komunikasi yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Komunikasi memang diperlukan untuk menjalin suatu interaksi dalam masyarakat. Syarat terjadinya interaksi adalah adanya kontak sosial dan komunikasi. Kontak tidak hanya terjadi secara berhadapan langsung, kontak dapat terjadi melalui perantara, perantara tersebut bisa melalui peralatan. Oleh
karena itu, orang dapat mengadakan hubungan komunikasi dengan orang lain tanpa bertemu, misalkan dengan berbicara dengan orang.

Untuk berbicara dengan orang lain diperlukan suatu komunikasi. Komunikasi merupakan suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku. Komunikasi dapat berlangsung dari mana saja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

1.2.         PEMBATASAN MASALAH
Masalah yang akan dibahas oleh Penyusun dalam penulisan ini adalah mengenai “MEDIA DAN JARINGAN KOMUNIKASI”.
1.3.         PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan  latar belakang masalah di atas maka Penyusun merumuskan masalah pada karya tulis ini. Mengenai MEDIA DAN JARINGAN KOMUNIKASI dan apa saja yang terangkum didalamnya?
1.4.         MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Sebagai salah satu tugas mata kuliah PERILAKU ORGANISASI
2.      Sebagai penambah ilmu pengetahuan tentang Media Dan Jaringan Komunikasi











BAB II
MEDIA KOMUNIKASI

2.1.      DEFINISI MEDIA KOMUNIKASI
Komunikasi adalah proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tanpa komunikasi manusia jadi terpisah dari lingkungan. Namun tanpa lingkungan komunikasi menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain manusia berkomunikasi karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Dalam berkomunikasi,manusia tentunya memerlukan media komunikasi.
Media komunikasi adalah adalah wadah atau sarana didalam bidang komunikasi. Media komunikasi juga suatu benda atau alat yang digunakan sebagai perantara untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Media komunikasi sangat berperan dalam mempengaruhi perubahan masyarakat.
Secara sederhana media komunikasi dapat diartikan sebagai suatu perantara dalam penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikate yang bertujuan untuk efisiensi penyebaran informasi atau pesan tersebut.
2.2.    SIFAT KOMUNIKASI
Sifat komunikasi terbagi menjadi 4 (empat) yaitu
1.      Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan terbagi menjadi 2 yaitu:
a.       Komunikasi Lisan Secara Langsung, komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka. Lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara atau berdialog. contohnya pada saat wawancara, rapat, berpidato.
b.      Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.
2.      Komunikasi Tertulis adalah komunikasi yang dilakukan melalui tulisan sepertia yang dilakukan dalam surat menyurat melalui pos, telegram, fax, e-mail dan sebagainya. Dalam dunia bisnis dapat dijumpai berbagai macam contoh, misalnya :
a.       membuat dan mengirim surat teguran kepada nasabah yang menunggak pembayarannya.
b.      membuat dan mengirim surat penawaran harga barang kepada pihak lain.
c.       membuat dan mengirim surat konfirmasi barang kepada pelanggan.
d.      membuat dan mengirim surat pemesanan barang (order) kepada pihak lain.
e.       membuat dan mengirim surat permintaan barang kepada pihak lain.
f.       membuat dan mengirim surat penolakan kerja.
3.      Komunikasi Verbal
Adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar. Dalam komunikasi verbal itu bahasa memegang peranan penting
Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:
1.       Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Ketiga fungsi itu adalah:
a.       Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita
b.      Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia
c.       Untuk menciptaakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
2.       Kata
Kata merupakan lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambang yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.
4.      Komunikasi Nonverbal
Adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk nonverbal, tanpa kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi verbal. Dalam berkomunikasi hampir secara otomatis komunikasi nonverbal ikut terpakai. Karena itu, komunikasi nonverbal bersifat tetap dan selalu ada. Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan.

Komunikasi nonverbal adalah semua aspek komunikasi selain kata-kata sendiri. Ini mencakup bagaimana kita mengucapkan kata-kata (infleksi, volume), fitur, lingkungan yang mempengaruhi interaksi (suhu, pencahayaan), dan benda-benda yang mempengaruhi citra pribadi dan pola interaksi (pakaian, perhiasan, mebel). Komunikasi non verbal dapat berupa bahasa tubuh, tanda (sign), tindakan/perbuatan (action) atau objek (object).
Ø  Bahasa Tubuh. Bahasa tubuh yang berupa raut wajah, gerak kepala, gerak tangan,, gerak-gerik tubuh mengungkapkan berbagai perasaan, isi hati, isi pikiran, kehendak, dan sikap orang.
Ø  Tanda. Dalam komunikasi nonverbal tanda mengganti kata-kata, misalnya, bendera, rambu-rambu lalu lintas darat, laut, udara; aba-aba dalam olahraga.
Ø  Tindakan/perbuatan. Ini sebenarnya tidak khusus dimaksudkan mengganti kata-kata, tetapi dapat menghantarkan makna. Misalnya, menggebrak meja dalam pembicaraan, menutup pintu keras-keras pada waktu meninggalkan rumah, menekan gas mobil kuat-kuat. Semua itu mengandung makna tersendiri.
Ø  Objek. Objek sebagai bentuk komunikasi nonverbal juga tidak mengganti kata, tetapi dapat menyampaikan arti tertentu. Misalnya, pakaian, aksesori dandan, rumah, perabot rumah, harta benda, kendaraan, hadiah.
Mark knapp (1978) menyebut bahwa penggunaan kode nonverbal dalam berkomunikasi memiliki fungsi untuk:
a.       Meyakinkan apa yang diucapkannya (repetition)
b.      Menunjukkan perasaan dan emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata (substitution)
c.       Menunjukkan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya (identity)
d.      Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasakan belum sempurna.

2.3.         ARAH KOMUNIKASI

Ada tiga hal penting dalam mempelajari komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi:
a.       Informasi yang menjadi sumber komunikasi
b.      Bagaimana proses komunikasi tersebut
c.       Komunikasi antar orang dalam organisasi
Jika ketiga hal tersebut tidak banyak mengalami hambatan maka komunikasi dalam organisasi akan berjalan lebih berhasil sehingga pelaksanaan pencapaian tujuan menjadi lebih baik.

4 arah dalam komunikasi yaitu:
1.      Komunikasi ke Atas
Komunikasi ke atas adalah pesan yang mengalir dari bawahan kepada
atasan atau dari tingkatan yang lebih rendah kepada tingkatan yang lebih tinggi. Arus pesan pada tingkatan ini berisikan tentang laporan (harian, mingguan, bulanan dan tahunan), tugas-tugas yang telah diselesaikan, pertanyaan yang tidak atau kurang jelas mengenai metode dan prosedur kerja, pertanggung jawaban karyawan kepada pimpinan atau tugas yang dipercayakan padanya.
Alat komunikasi ke atas yang sering digunakan secara luas terdiri dari kotak saran, rapat kelompok, prosedur permohonan atau keluhan dan lain lain. Bentuk komunikasi ini biasanya tersendat-sendat dan tersaring. Setiap jenjang pimpinan enggan meneruskan masalah ke atas karea hal itu dapat dipadang sebagai pengakuan kegagalan. Para pegawai biasanya cenderung hanya memberitahu atasan tentang hal-hal yang menurut mereka ingin didengar atasan. Jadi, setiap bawahan memiliki alasan untuk memilih, menafsirkan dan berbagai tindakan penyaringan informasi lainnya.
2.      Komunikasi Ke Bawah
Komunikasi ke bawah dalam suatu organisasi berarti ia mengalir dari wewenang yang lebih tinggi ke wewenang yang lebih rendah. Bentuk yang paling umum adalah instruksi, memo resmi, pernyataan tentang kebijakan perusahaan, prosedur, pedoman kerja, dan pengumuman perusahaan.
Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah mempunyai lima tujuan pokok, yaitu :
1.      Memberi pengarahan atau instruksi kerja
2.      Memberi informasi mengapa suatu pekerjaan harus dilaksanakan
3.      Memberi informasi tentang prosedur dan praktek organisasional
4.      Memberi umpan balik pelaksanaan kerja kepada para karyawan
5.      Meyajikan informasi mengenai aspek idiologi yang dapat membantu organisasi menanamkan pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai.
Namun di satu sisi, komunikasi ke bawah juga mengandung kelemahan, yaitu kemungkinan terjadinya penyaringan atau sensor informasi penting sebelum disampaikan kepada para bawahan artinya, informasi yang diterima bawahan tidak seperti aslinya. Davis memberikan saran-saran dalam hal itu sebagai berikut :
1.      Pimpinan hendaklah sangggup memberikan informasi kepada karyawan apabila dibutuhkan mereka. Jika pimpinan tidak mempunyai informasi yang dibutuhkan mereka dan perlu mengatakan terus terang dan berjanji akan mencarikannya.
2.      Pimipinan hendaklah membagi informasi yang dibutuhkan oleh karyawan.
3.      Pimpinan mengembangkan suatu perencanaan komunikasi, sehingga karyawan dapat mengetahui informasi yang dapt diharapkannya.
4.      Berusaha membentuk kepercayaan diantara pengirim dan penerima pesan.
3.      Komunikasi Horisontal
Adalah komunikasi yang terjadi antar rekan kerja. Anggota tim dan departemen harus berkomunikasi untuk memperluas hubungan kerja mereka. Karena jalur otoritas tidak berseberangan, maka komunikasi ini lebih cepat daripada komunikasi ke atas atau ke bawah. Komunikasi horisontal terjadi antara orang-orang yang pada tingkat yang sama atau orang-orang yang pada tingkat yang berhubungan pada divisi yang berbeda dalam suatu organisasi. Komunikasi horisontal yang efektif dapat membantu orang-orang untuk mengkoordinasikan proyek menyelesaikan masalah, memberikan pemeriksaan informasi, memecahkan konflik-konflik dan membuka jalan bagi terciptanya hubungan-hubungan bisnis.
Tersedianya arus komunikasi horisontal sering kali dilupakan dalam sebuah desian organisasi. Komunikasi horisontal sangat penting bagi koordinasi dan integrasi dari beraneka ragam fungsi keorganisasian. Komunikasi dari rekan kerja satu ke rekan kerja lain sering kali diperlukan untuk mengadakan koordinasi dan dapat juga memberikan kepuasan terhadap kebutuhan sosial.
Seringkali komunikasi horisontal terhalang karena kecemburuan, hambatan spesialisasi teknis, atau lokasi yang terpisah dan terlalu banyak arus informasi yang diterima pegawai untuk memproses data secara tepat. Sebagi contoh, orang-orang pada suatu unit mungkin merasa bahwa mereka bersaing dengan staf produksi untuk semua jenis „rembesan“ bonus, informasi, posisi baru, dan sebagainya dan mungkin berupaya membatasi jumlah informasi yang dibagikan . oleh karena itu manajer yang berwawasan luas akan menciptakan suatu lingkungan yang lebih menghargai suatu bentuk kerjasama daripada persaingan jadi. Mereka berupaya meningkatkan lingkungan komunikasi seluruh organisasi. Pengenalan dan penghargaan terhadap suatu kelompok-suatu tim- pegawai adalah satu cara untuk mendorong rasa jiwa kerja sama.
4.      Komunikasi Diagonal
Atau komunikasi silang (cross communication) adalah komunikasi antara pimpinan seksi dengan pegawai seksi lain. Komunikasi ini merupakan komunikasi yang memotong jalur vertikal dan horizontal. Jenis komunikasi ini jarang sekali dipergunakan, namun komunikasi diagonal adalah penting dalam keadaan dimana para anggota tidak dapat berkomunikasi secara efektif lewat jalur lain.
Sebagai contoh, anggota staf junior dapat langsung pergi ke atasannya ,dan telepon, email atau mengunjungi tekhnikal senior di area lain untuk mendapatkan informasi. Beberapa penelitian mengatakan bahwa dalam organisasi yang memiliki low performing, komunikasi diagonal digunakan oleh staf untuk mencari informasi dalam permintaan pantas keberadaan prosedur kerja, ketika dalam organisasi high performing , komunikasi diagonal digunakan staf unutk menyelesaikan masalah kerja yang sulit dan kompleks. Ketika komunikasi diagonal menjadi tanda fleksibilitas- sebagai contoh, dalam organisasi organik- ini jelas sekali dapat menyebabkan masalah bahkan lebih ekstrimnya lagi menyebabkan kerusuhan(chaos).

5.      Komunikasi Satu Arah

Komunikasi satu arah adalah Pesan  yang disampaikan oleh sumber kepada sasaran  dan sasaran tidak dapat  atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya. Komunikasi satu arah bisa dikatakan sebagai komunikasi yang tidak memberi kesempatan kepada pendengar untuk memberikan tanggapan atau sanggahan.

Dalam komunikasi satu arah banyak memiliki kekurangan, ini dikarenakan tidak adanya untuk umpan balik yang dilakukan setelah pemberian informasi tersebut, dimana ini bisa mengakibatkan dampak negatif dari penggunaan komunikasi satu arah ini.

Contoh - contoh Komunikasi Satu Arah

Dalam komunikasi satu arah banyak contoh yang dapat kita ambil yaitu :

1.      Dalam Militer
2.      Dalam Organisasi Privat
3.      Dalam Organisasi Publik

6.      Komunikasi Dua Arah
Komunikasi dua arah merupakan  komunikasi yang komunikan dan komunikatornya selalu bergantian memberikan informasi dalam penyampaian sebuah pesan. Singkatnya, komunikasi yang terjadi antara pemberi informasi dan penerima informasi. Manakala pemberi informasi menyampaikan informasi maka si penerima informasi akan memberikan respon terhadap sebuah pesan yang disampaikan. Sebagai contoh sebuah diskusi. Dalam aktivititas diskusi akan saling bergantian dalam menyampaikan informasi. Berbagai cara yang dapat digunakan untuk menciptakan komunikasi dua arah yang menarik. Diantaranya adalah:
1.      Penerima informasi maupun pemberi informasi, tidak memalingkan muka tatkala si pemberi informasi sedang berbicara
2.      Menghargai orang lain ketik sedang berbicara.
3.      fokus pada pembicaraan yang sedang dilakukan atau di bicarakan.
Tidak sedikit manfaat yang dapat diambil dalam sebuah komunikasi dua arah. Salah satunya adalah sebagai media pembelajaran yang efektif. Pesan tersampaikan dengan jelas dan tepat.
2.4.         LAWAN KOMUNIKASI
Lawan komunikasi terbagi menjadi 3 yaitu:
a.      Komunikasi Satu Lawan Satu
Yaitu komunikasi yang terjadi antara individu dengan individu atau berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya
Contoh : berbicara melalui telepon
b.      Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
Yaitu komunikasi yang terjadi antara individu dengan suatu kelompok tertentu.
Contoh: kelompok satpam menginterogasi maling
c.       Kelompok Lawan Kelompok
Yaitu komunikasi yang terjadi antara kelompok satu dengan kelompok yang lain.
Contoh: debat partai politik
2.5.            KOMUNIKASI FORMAL DAN INFORMAL
1.      Komunikasi formal
adalah suatu proses komunikasi yang bersifat resmi dan biasanya dilakukan di dalam lembaga formal melalui garis perintah atau sifatnya instruktif , berdasarkan struktur organisasi oleh pelaku yang berkomunikasi sebagai petugas organisasi dengan status masing - masing yang tujuannya menyampaikan pesan yang terkait dengan kepentingan dinas . Suatu komunikasi juga dapat dikatakan formal ketika komunikasi antara dua orang atau lebih yang ada pada suatu organisasi dilakukan berdasarkan prinsip - prinsip dan struktur organisasi .
2.      Komunikasi informal

adalah komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi , akan tetapi tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi . Fungsi komunikasi informal adalah untuk memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok informal, penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat seperti isu, gossip, atau rumor. Tentang komunikasi informal sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan informasi yang masih belum jelas dan tidak akurat, carilah sumber informasi yang dapat dipercaya, selalu gunakan akal sehat dan bertindak berdasarkan pikiran yang positif. Informasi dalam komunikasi informal biasanya timbul melalui rantai kerumunan di mana seseorang menerima informasi dan diteruskan kepada seseorang atau lebih dan seterusnya sehingga informasi tersebut tersebar ke berbagai kalangan. Implikasinya adalah kebenaran informasi tersebut menjadi tidak jelas atau kabur. Meski demikian komunikasi informal akan untuk memenuhi kebutuhan sosial, mempengaruhi orang lain, dan mengatasi kelambatan komunikasi formal yang biasanya cenderung kaku dan harus melalui berbagai jalur terlebih dahulu .
2.6.         JARINGAN KOMUNIKASI
Jaringan komunikasi organisasi merupakan suatu saluran dimana informasi melewatinya dari individu yang satu ke individu lainnya. Jaringan tersebut mangandung alur informasi, dan ia mencerminkan interaksi formal antar anggota organisasi.
Suatu jaringan dalam sosiologi lazim dikonsepsikan sebagai suatu tipe hubungan antar actor degan ditandai oleh bentuk interaksi timbal balik yang simetris. Setiap hubungan antara aktor yang terjalin dalam masyarakat adalah suatu betuk jaringan If (The Building Block Of Network), karena itu dasar hubungan social yang berbeda akan melahirkan jaringan yang berbeda pula (Usman-19991).
5 struktur jaringan komunikasi kelompok, diantaranya:
1.      Jaringan komunikasi lingkaran,
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFH78QXn6gW1O4qVprvu0UA70mWqdpDymlbm2HXo3Mtz-QCEmduL1Mq76p_Cl9HsLnDvpMAhguqWD57wrZ6aeK9R7mnfINquyNQIrDGNQpXKxFduFlPH3yAJsuPj-2aIwh5tKr3LDCL3H4/s320/gambar+5.jpg
Dalam struktur lingkaran, sebuah organisasi tidak memiliki pemimpin, semua anggota posisinya sama, setiap orang hanya dapat berkomunikasi dengan dua orang disamping kiri dan kanannya. mereka memiliki wewenang atau kekuatan yang sama untuk mempengaruhi kelompok. Model jaringan komunikasi lingkaran ini, pada semua anggota bisa terjadi interaksi pada setiap tiga tingkatan hirarkinya tetapi tanpa ada kelanjutannya pada tingkat yang lebih tinggi, dan hanya terbatas pada setiap level, pada intinya setiap anggota bisa berkomunikasi dengan dua anggota lain disisinya.
Misalnya, ketika dalam perusahaan, staf dapat menyampaikan keluhannya pada PR internal perusahaan dan staf lain disampingnya namun dia tidak dapat menyampaikan langsung pada pihak direktur.
2.      Jaringan Komunikasi Roda
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVeCRQmW4WcXUTGN1NMTY85415PJMX98Ab0eWPLFNrmVU2vO2Yd0i2brbvVvhHixt7NxZTvHAPcY1K_tvoXWBgOu6bHx0V9eIQwzuMclaTGFYuOktn1QujCgZfCgDUoeoDLPKsmqcUh5eU/s400/gambar+2.jpg
Dalam struktur roda, sebuah organisasi memiliki pemimpin yang jelas, yaitu posisinya dipusat. Struktur ini memasukkan satu orang yang berkomunikasi dengan masing-masing orang dari sejumlah orang lainnya, satu orang tersebut adalah pemimpin. Orang (pemimpin) ini merupakan satu-satunya yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua anggota.
Oleh karena itu, jika seorang anggota ini berkomunikasi dengan anggota lain maka pesannya harus disampaikan melalui pemimpinnya. Orang yang berada ditengah (pemimpin) mempunyai wewenang dan kekuasaan penuh untuk mempengaruhi anggotanya. Penyelesaian masalah dalam stuktur roda .bisa dibilang cukup efektif tapi keefektifan itu hanya mencakup masalah yang sederhana saja.

Contohnya, pada kuis tanya jawab di kelas, guru sebagai pemimpin dan fokus perhatian dapat berhubungan dengan seluruh anggota kelas sedangkan murid di kelas tidak daat berkomunikasi dengan sesama murid, mereka hanya dapat berkomunikasi dengan gurunya.

3.      Jaringan Komunikasi Rantai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHZrpujvd-AaxipKf03Kgvfwb5legWijSe3CQFdrTs0AepG3x-heIqAhtNfGS4jv-Mwb2oYCPxrLKpZrmbnyqybJvw9v1mX7uZqkjeR-KwP3R8ioz5XyUxfCnixMviL2n-hrUyMzgswlHj/s400/Gambar+1.jpg
Dalam struktur rantai dikenal komunikasi sistem arus ke atas (upward) dan ke bawah (downward), yang artinya menganut hubungan komunikasi garis langsung (komando) baik ke atas atau ke bawah tanpa terjadinya suatu penyimpangan.

Sistem komunikasi dalam struktur rantai sama dengan struktur lingkaran kecuali bahwa para anggota yang paling ujung hanya dapat berkomunikasi dengan satu orang saja. Keadaan terpusat juga terjadi disini. Orang yang berada ditengah lebih berperan sebagai pemimpin dari pada mereka yang berada diposisi lain. Dalam struktur ini, Sejumlah saluran terbuka dibatasi, orang hanya bisa secara resmi berkomunikasi degan orang-orang tertentu saja.

Sebagai contoh, si A dapat berkomunikasi dengan B, B dengan C, C dengan D, dan begitu seterusnya. Bentuk komunikasi ini bisa dilakukan oleh agen terselubung untuk menyampikan pesan melalui satu orang pada orang selanjutnya dan orang selanjutnya itu menyampaikan pesan pada agen lainnya lagi.

4.      Jaringan komunikasi bintang
   https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUOo-olU8tSVQsu16tKawdOF3acc0lLBDsTmnSBN4eD795NmHeBftFR3TUmihClbJWgM8xTecEPSul8uPElq_J8E98A6KwghvocnO20RIvQA_BLAsxTnCnhO8JP5SrANjktuDtfXAYoAHj/s400/gambar+4.jpg
Struktur ini juga hampir sama dengan struktur limgkaran. Dalam arti semua anggota adalah sama dan semuanya memiliki kekuatan yang sama untuk mempengaruhi anggota lainnya. Jaringan ini disebut juga jaringan komunikasi semua saluran / all channel sehingga setiap anggota dapat berkomunikasi dan melakukan timbal balik dengan semua anggota kelompok yang lain. Jaringan pinwheel ini memberikan contoh suatu struktur komunikasi yang desentralisasi.

Jaringan terpusat/sentralisasi dan desentralisasi memiliki kegunaan yang berbeda. Sebagai contoh, struktur desentralisasi dapat lebih efektif untuk pemecahan masalah secara kreatif dan lebih bagus untuk pergerakan informasi secara cepat. Misalnya dalam rapat organisasi, setia anggota dapat menyampaikan pendapat dan bertukar pikiran.

5. Jaringan komunikasi bentuk Y
   https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmm_8EsOEmiNTrWPLMsorrPS0fmzw3FNcL93yB8W7uAVhtzGC-tuLaBUWLDLQ7j9cNII6zhBwK1cLD3S6kPXhlPcHwQXaRRzYY7OY20Ak-xk6bHT2V_amlXzRYHU-tiYii7mqy46VtXx0d/s400/Gambar+3.jpg
Struktur Y relative kurang tersentralisasi dibanding karakteristik individu dan perilaku komunikasi dalam struktur roda. Tetapi lebih tersentralisasi dibanding dengan pola lainnya. Jaringan Y memasukkan dua orang sentral yang menyampaikan informasi kepada yang lainnya pada batas luar suatu pengelompokan. Pada jaringan ini, seperti pada jaringan rantai, sejumlah saluran terbuka dibatasi, dan komunikasi bersifat disentralisasi atau dipusatkan. Orang hanya bisa secara resmi berkomunikasi dengan orang-orang tertentu saja.

Dalam struktur Y juga terdapat pemimpin yang jelas, tetapi semua aggota lain berperan sebagai pemimpin kedua. Anggota ini dapat mengirim dan menerima pesan dari dua orang lainnya, sedangkan ketiga anggota lainnya terbatas hanya dengan satu orang saja.

Atau secara sederhananya adalah tiga orang anggota dapat berhubungan dengan orang-orang disampingnya seperti pada pola rantai, tetapi hanya ada dua orang yang dapat berkomunikasi dengan seseorang disampingnya. Misalnya, dalam perusahaan, direktur sebagai orang pertama ingin menyampaikan pengumuman tentang peraturan baru perusahaan, PR menjadi perantara atau orang kedua yang menyampaikan pesan pada staf dan karyawan.











BAB III
PENUTUP

3.1.            KESIMPULAN
Pada dasarnya komunikasi sangat diperlukan didalam kehidupan sehari-hari dalam aspek apapun, baik itu dalam kegiatan berorganisasi atau dalam kehidupan sehari-hari, dalam kegiatan berorganisasi, komunikasi diperlukan dengan tujuan agar sebuah system atau komunikasi yang ada bisa terjalin dengan sempurna dan lebih baik.
Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima.
Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan nonverbal, komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi nonverbal atau bahasa (gerak tubuh). Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan san mendapatkan umpan balik. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbale balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yang mutualisme antara keduanya.




DAFTAR PUSTAKA

Sigit, Soehardi, 2003. Esensi Perilaku Organisasional. Yogyakarta: BPFE UST.
Panuju, Redi. 2001. Komunikasi Organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tommy Suprapto, 2006. Pengantar Teori Komunikasi. Yogyakarta: Media
Muhammad, Arni. 2000. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar