Media dan jaringan komunikasi
Tugas Makalah Perilaku Organisasi
Disusun
oleh :
Rendi Saputra (2012330014)
Ayu septiyamin (2012330002)
Idha Purnamawati (2012330012)
PROGRAM
STUDY EKONOMI ISLAM (2012-2013)
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH JAKARTA
CIRENDEU
– TANGERANG SELATAN
Kata Pengantar
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualikum wr.wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas
segala limpahan rahmat, Inayah, Taufik, dan Hinayahnya. Sehingga kami selaku
penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “MEDIA DAN JARINGAN
KOMUNIKASI” dalam bentuk maupun isinya yang sederhana.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki
bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Kami menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.
Wassalamualaikum wr.wb
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................. 1
1.1. Latar Belakang..................................................................... 1
1.2. Pembatasan Masalah............................................................ 1
1.3. Perumusan Masalah............................................................. 1
1.4. Maksud dan Tujuan.............................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN.............................................................. 3
2.1. Definisi media komunikasi................................................... 3
2.2. sifat komunikasi................................................................... 3
2.3.
Arah komunikasi.................................................................. 6
2.4. lawan komunikasi................................................................. 11
2.5. komunikasi
formal dan informal......................................... 12
2.6. jaringan
komunikasi............................................................. 13
BAB III PENUTUP...................................................................... 18
3.1. Kesimpulan.......................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA.................................................................. 19
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Komunikasi
merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. Komunikasi dibutuhkan untuk
memperoleh atau memberi informasi dari atau kepada orang lain.Kebutuhan untuk
mendapatkan informasi semakin meningkat,sehingga manusia membutuhkan alat
komunikasi yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun mereka berada.
Komunikasi memang diperlukan untuk menjalin suatu
interaksi dalam masyarakat. Syarat terjadinya interaksi adalah adanya kontak
sosial dan komunikasi. Kontak tidak hanya terjadi secara berhadapan langsung,
kontak dapat terjadi melalui perantara, perantara tersebut bisa melalui
peralatan. Oleh
karena itu, orang dapat mengadakan hubungan komunikasi
dengan orang lain tanpa bertemu, misalkan dengan berbicara dengan orang.
Untuk berbicara dengan orang lain diperlukan suatu
komunikasi. Komunikasi merupakan suatu proses pertukaran informasi diantara
individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku. Komunikasi
dapat berlangsung dari mana saja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
1.2.
PEMBATASAN MASALAH
Masalah yang akan dibahas oleh Penyusun dalam penulisan
ini adalah mengenai “MEDIA DAN JARINGAN KOMUNIKASI”.
1.3.
PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka Penyusun
merumuskan masalah pada karya tulis ini. Mengenai MEDIA DAN JARINGAN KOMUNIKASI
dan apa saja yang terangkum didalamnya?
1.4.
MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan
penulisan makalah ini adalah :
1.
Sebagai salah satu tugas mata kuliah
PERILAKU ORGANISASI
2.
Sebagai penambah ilmu pengetahuan
tentang Media Dan Jaringan Komunikasi
BAB II
MEDIA
KOMUNIKASI
2.1. DEFINISI MEDIA
KOMUNIKASI
Komunikasi adalah
proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tanpa
komunikasi manusia jadi terpisah dari lingkungan. Namun tanpa lingkungan
komunikasi menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain manusia
berkomunikasi karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Dalam
berkomunikasi,manusia tentunya memerlukan media komunikasi.
Media komunikasi
adalah adalah wadah atau
sarana didalam bidang komunikasi. Media komunikasi juga suatu benda atau alat
yang digunakan sebagai perantara untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya.
Media komunikasi sangat berperan dalam mempengaruhi perubahan masyarakat.
Secara sederhana
media komunikasi dapat diartikan sebagai suatu perantara dalam penyampaian informasi dari komunikator
kepada komunikate yang bertujuan untuk efisiensi penyebaran informasi atau
pesan tersebut.
2.2. SIFAT KOMUNIKASI
Sifat komunikasi terbagi menjadi 4 (empat) yaitu
1.
Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan terbagi menjadi 2 yaitu:
a.
Komunikasi
Lisan Secara Langsung, komunikasi
yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara
langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka. Lisan ini
terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara atau berdialog.
contohnya pada saat wawancara, rapat, berpidato.
b.
Komunikasi
lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara
alat seperti telepon, handphone, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan
si pembicara dengan lawan bicara.
2. Komunikasi Tertulis adalah komunikasi yang dilakukan
melalui tulisan sepertia yang dilakukan dalam surat menyurat melalui pos,
telegram, fax, e-mail dan sebagainya. Dalam dunia bisnis dapat dijumpai berbagai macam contoh,
misalnya :
a. membuat dan mengirim surat teguran
kepada nasabah yang menunggak pembayarannya.
b. membuat dan mengirim surat penawaran
harga barang kepada pihak lain.
c. membuat dan mengirim surat
konfirmasi barang kepada pelanggan.
d. membuat dan mengirim surat pemesanan
barang (order) kepada pihak lain.
e. membuat dan mengirim surat permintaan
barang kepada pihak lain.
f.
membuat dan mengirim surat penolakan
kerja.
3. Komunikasi
Verbal
Adalah
komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Komunikasi
ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata,
mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka,
menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar
perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar. Dalam komunikasi
verbal itu bahasa memegang peranan penting
Ada beberapa
unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:
1. Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang
memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang
dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun
elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan
hubungan antara warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki banyak fungsi, namun
sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan
komunikasi yang efektif. Ketiga fungsi itu adalah:
a.
Untuk mempelajari tentang dunia
sekeliling kita
b.
Untuk membina hubungan yang baik di
antara sesama manusia
c.
Untuk menciptaakan ikatan-ikatan dalam
kehidupan manusia.
2. Kata
Kata merupakan lambang terkecil dalam
bahasa. Kata adalah lambang yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah
orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang,
kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak
ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah
kata dan pikiran orang.
4. Komunikasi
Nonverbal
Adalah
komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk nonverbal, tanpa kata-kata. Dalam
hidup nyata komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi
verbal. Dalam berkomunikasi hampir secara otomatis komunikasi nonverbal ikut
terpakai. Karena itu, komunikasi nonverbal bersifat tetap dan selalu ada.
Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena
spontan.
Komunikasi nonverbal adalah semua aspek komunikasi selain kata-kata
sendiri. Ini mencakup
bagaimana kita mengucapkan kata-kata (infleksi, volume), fitur, lingkungan yang
mempengaruhi interaksi (suhu, pencahayaan), dan benda-benda yang mempengaruhi
citra pribadi dan pola interaksi (pakaian, perhiasan, mebel). Komunikasi
non verbal dapat berupa bahasa tubuh, tanda (sign), tindakan/perbuatan (action)
atau objek (object).
Ø
Bahasa Tubuh. Bahasa tubuh
yang berupa raut wajah, gerak kepala, gerak tangan,, gerak-gerik tubuh
mengungkapkan berbagai perasaan, isi hati, isi pikiran, kehendak, dan sikap
orang.
Ø
Tanda. Dalam
komunikasi nonverbal tanda mengganti kata-kata, misalnya, bendera, rambu-rambu
lalu lintas darat, laut, udara; aba-aba dalam olahraga.
Ø Tindakan/perbuatan. Ini sebenarnya
tidak khusus dimaksudkan mengganti kata-kata, tetapi dapat menghantarkan makna.
Misalnya, menggebrak meja dalam pembicaraan, menutup pintu keras-keras pada
waktu meninggalkan rumah, menekan gas mobil kuat-kuat. Semua itu mengandung makna
tersendiri.
Ø
Objek. Objek sebagai bentuk komunikasi nonverbal juga tidak mengganti
kata, tetapi dapat menyampaikan arti tertentu. Misalnya,
pakaian, aksesori dandan, rumah, perabot rumah, harta benda, kendaraan, hadiah.
Mark knapp
(1978) menyebut bahwa penggunaan kode nonverbal dalam berkomunikasi memiliki
fungsi untuk:
a. Meyakinkan apa yang diucapkannya
(repetition)
b.
Menunjukkan perasaan dan emosi yang
tidak bisa diutarakan dengan kata-kata (substitution)
c.
Menunjukkan jati diri sehingga orang
lain bisa mengenalnya (identity)
d.
Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan
yang dirasakan belum sempurna.
2.3.
ARAH KOMUNIKASI
Ada
tiga hal penting dalam mempelajari komunikasi yang terjadi dalam suatu
organisasi:
a. Informasi
yang menjadi sumber komunikasi
b. Bagaimana
proses komunikasi tersebut
c. Komunikasi
antar orang dalam organisasi
Jika
ketiga hal tersebut tidak banyak mengalami hambatan maka komunikasi dalam
organisasi akan berjalan lebih berhasil sehingga pelaksanaan pencapaian tujuan
menjadi lebih baik.
4
arah dalam komunikasi yaitu:
1. Komunikasi ke Atas
Komunikasi ke atas adalah pesan yang mengalir dari bawahan kepada
atasan atau dari tingkatan yang lebih rendah kepada tingkatan yang lebih tinggi. Arus pesan pada tingkatan ini berisikan tentang laporan (harian, mingguan, bulanan dan tahunan), tugas-tugas yang telah diselesaikan, pertanyaan yang tidak atau kurang jelas mengenai metode dan prosedur kerja, pertanggung jawaban karyawan kepada pimpinan atau tugas yang dipercayakan padanya.
atasan atau dari tingkatan yang lebih rendah kepada tingkatan yang lebih tinggi. Arus pesan pada tingkatan ini berisikan tentang laporan (harian, mingguan, bulanan dan tahunan), tugas-tugas yang telah diselesaikan, pertanyaan yang tidak atau kurang jelas mengenai metode dan prosedur kerja, pertanggung jawaban karyawan kepada pimpinan atau tugas yang dipercayakan padanya.
Alat komunikasi ke atas yang sering
digunakan secara luas terdiri dari kotak saran, rapat kelompok, prosedur
permohonan atau keluhan dan lain lain. Bentuk komunikasi ini biasanya
tersendat-sendat dan tersaring. Setiap jenjang pimpinan enggan meneruskan
masalah ke atas karea hal itu dapat dipadang sebagai pengakuan kegagalan. Para pegawai biasanya cenderung hanya memberitahu atasan tentang
hal-hal yang menurut mereka ingin didengar atasan. Jadi, setiap bawahan
memiliki alasan untuk memilih, menafsirkan dan berbagai tindakan penyaringan
informasi lainnya.
2. Komunikasi Ke Bawah
Komunikasi ke bawah dalam suatu organisasi berarti ia mengalir dari
wewenang yang lebih tinggi ke wewenang yang lebih rendah. Bentuk yang paling
umum adalah instruksi, memo resmi, pernyataan tentang kebijakan perusahaan,
prosedur, pedoman kerja, dan pengumuman perusahaan.
Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah
mempunyai lima tujuan pokok, yaitu :
1.
Memberi pengarahan atau
instruksi kerja
2. Memberi informasi mengapa suatu pekerjaan
harus dilaksanakan
3.
Memberi informasi tentang
prosedur dan praktek organisasional
4. Memberi umpan balik pelaksanaan kerja
kepada para karyawan
5. Meyajikan informasi mengenai aspek
idiologi yang dapat membantu organisasi menanamkan pengertian tentang tujuan
yang ingin dicapai.
Namun di satu sisi, komunikasi ke bawah
juga mengandung kelemahan, yaitu kemungkinan terjadinya penyaringan atau sensor
informasi penting sebelum disampaikan kepada para bawahan artinya, informasi
yang diterima bawahan tidak seperti aslinya. Davis
memberikan saran-saran dalam hal itu sebagai berikut :
1. Pimpinan hendaklah sangggup memberikan
informasi kepada karyawan apabila dibutuhkan mereka. Jika pimpinan tidak
mempunyai informasi yang dibutuhkan mereka dan perlu mengatakan terus terang
dan berjanji akan mencarikannya.
2. Pimipinan hendaklah membagi informasi yang
dibutuhkan oleh karyawan.
3. Pimpinan mengembangkan suatu perencanaan
komunikasi, sehingga karyawan dapat mengetahui informasi yang dapt
diharapkannya.
4.
Berusaha membentuk kepercayaan
diantara pengirim dan penerima pesan.
3. Komunikasi Horisontal
Adalah
komunikasi yang terjadi
antar rekan kerja. Anggota
tim dan departemen harus berkomunikasi untuk memperluas hubungan kerja mereka.
Karena jalur otoritas tidak berseberangan, maka komunikasi ini lebih cepat
daripada komunikasi ke atas atau ke bawah. Komunikasi horisontal terjadi antara
orang-orang yang pada tingkat yang sama atau orang-orang yang pada tingkat yang
berhubungan pada divisi yang berbeda dalam suatu organisasi. Komunikasi
horisontal yang efektif dapat membantu orang-orang untuk mengkoordinasikan
proyek menyelesaikan masalah, memberikan pemeriksaan informasi, memecahkan
konflik-konflik dan membuka jalan bagi terciptanya hubungan-hubungan bisnis.
Tersedianya arus komunikasi horisontal
sering kali dilupakan dalam sebuah desian organisasi. Komunikasi horisontal
sangat penting bagi koordinasi dan integrasi dari beraneka ragam fungsi
keorganisasian. Komunikasi dari rekan kerja satu ke rekan kerja lain sering
kali diperlukan untuk mengadakan koordinasi dan dapat juga memberikan kepuasan
terhadap kebutuhan sosial.
Seringkali komunikasi horisontal terhalang
karena kecemburuan, hambatan spesialisasi teknis, atau lokasi yang terpisah dan
terlalu banyak arus informasi yang diterima pegawai untuk memproses data secara
tepat. Sebagi contoh, orang-orang pada suatu unit mungkin merasa bahwa mereka
bersaing dengan staf produksi untuk semua jenis „rembesan“ bonus, informasi,
posisi baru, dan sebagainya dan mungkin berupaya membatasi jumlah informasi
yang dibagikan . oleh karena itu manajer yang berwawasan luas akan menciptakan
suatu lingkungan yang lebih menghargai suatu bentuk kerjasama daripada
persaingan jadi. Mereka berupaya meningkatkan lingkungan komunikasi seluruh
organisasi. Pengenalan dan penghargaan terhadap suatu kelompok-suatu tim-
pegawai adalah satu cara untuk mendorong rasa jiwa kerja sama.
4.
Komunikasi Diagonal
Atau komunikasi
silang (cross communication) adalah komunikasi antara pimpinan seksi dengan
pegawai seksi lain. Komunikasi ini merupakan komunikasi yang memotong jalur
vertikal dan horizontal. Jenis
komunikasi ini jarang sekali dipergunakan, namun komunikasi diagonal adalah
penting dalam keadaan dimana para anggota tidak dapat berkomunikasi secara
efektif lewat jalur lain.
Sebagai contoh,
anggota staf junior dapat langsung pergi ke atasannya ,dan telepon, email atau
mengunjungi tekhnikal senior di area lain untuk mendapatkan informasi. Beberapa
penelitian mengatakan bahwa dalam organisasi yang memiliki low performing,
komunikasi diagonal digunakan oleh staf untuk mencari informasi dalam
permintaan pantas keberadaan prosedur kerja, ketika dalam organisasi high
performing , komunikasi diagonal digunakan staf unutk menyelesaikan masalah
kerja yang sulit dan kompleks. Ketika komunikasi diagonal menjadi tanda
fleksibilitas- sebagai contoh, dalam organisasi organik- ini jelas sekali dapat
menyebabkan masalah bahkan lebih ekstrimnya lagi menyebabkan kerusuhan(chaos).
5. Komunikasi Satu Arah
Komunikasi satu arah adalah Pesan yang disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya. Komunikasi satu arah bisa dikatakan sebagai komunikasi yang tidak memberi kesempatan kepada pendengar untuk memberikan tanggapan atau sanggahan.
Dalam komunikasi satu arah banyak memiliki kekurangan, ini dikarenakan tidak adanya untuk umpan balik yang dilakukan setelah pemberian informasi tersebut, dimana ini bisa mengakibatkan dampak negatif dari penggunaan komunikasi satu arah ini.
Contoh - contoh Komunikasi Satu Arah
Dalam komunikasi satu arah banyak contoh yang dapat kita ambil yaitu :
1.
Dalam Militer
2.
Dalam Organisasi Privat
3. Dalam Organisasi Publik
6.
Komunikasi
Dua Arah
Komunikasi dua arah merupakan komunikasi yang komunikan dan
komunikatornya selalu bergantian memberikan informasi dalam penyampaian sebuah
pesan. Singkatnya, komunikasi
yang terjadi antara pemberi informasi dan penerima informasi. Manakala pemberi
informasi menyampaikan informasi maka si penerima informasi akan memberikan
respon terhadap sebuah pesan yang disampaikan. Sebagai contoh sebuah diskusi.
Dalam aktivititas diskusi akan saling bergantian dalam menyampaikan informasi.
Berbagai cara yang dapat digunakan untuk menciptakan komunikasi dua arah yang
menarik. Diantaranya adalah:
1. Penerima informasi maupun pemberi
informasi, tidak memalingkan muka tatkala si pemberi informasi sedang berbicara
2.
Menghargai orang lain ketik
sedang berbicara.
3.
fokus pada pembicaraan yang
sedang dilakukan atau di bicarakan.
Tidak sedikit manfaat yang dapat diambil dalam sebuah komunikasi dua
arah. Salah satunya adalah sebagai media pembelajaran yang efektif. Pesan tersampaikan
dengan jelas dan tepat.
2.4.
LAWAN KOMUNIKASI
Lawan komunikasi terbagi menjadi 3 yaitu:
a. Komunikasi Satu Lawan Satu
Yaitu komunikasi yang terjadi antara individu dengan individu atau
berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya
Contoh : berbicara melalui telepon
b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
Yaitu komunikasi yang terjadi antara
individu dengan suatu kelompok tertentu.
Contoh: kelompok satpam menginterogasi maling
c. Kelompok Lawan Kelompok
Yaitu komunikasi yang terjadi antara kelompok
satu dengan kelompok yang lain.
Contoh: debat partai politik
2.5.
KOMUNIKASI FORMAL DAN INFORMAL
1. Komunikasi formal
adalah suatu proses komunikasi yang bersifat resmi dan biasanya
dilakukan di dalam lembaga formal melalui garis perintah atau sifatnya instruktif
, berdasarkan struktur organisasi oleh pelaku yang berkomunikasi sebagai
petugas organisasi dengan status masing - masing yang tujuannya menyampaikan
pesan yang terkait dengan kepentingan dinas . Suatu komunikasi juga dapat dikatakan formal
ketika komunikasi antara dua orang atau lebih yang ada pada suatu organisasi
dilakukan berdasarkan prinsip - prinsip dan struktur organisasi .
2.
Komunikasi informal
adalah komunikasi antara orang yang
ada dalam suatu organisasi , akan tetapi tidak direncanakan atau tidak
ditentukan dalam struktur organisasi . Fungsi komunikasi informal adalah untuk
memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok informal, penyebaran informasi
yang bersifat pribadi dan privat seperti isu, gossip, atau rumor. Tentang
komunikasi informal sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan informasi yang masih
belum jelas dan tidak akurat, carilah sumber informasi yang dapat dipercaya,
selalu gunakan akal sehat dan bertindak berdasarkan pikiran yang positif.
Informasi dalam komunikasi informal biasanya timbul melalui rantai kerumunan di
mana seseorang menerima informasi dan diteruskan kepada seseorang atau lebih
dan seterusnya sehingga informasi tersebut tersebar ke berbagai kalangan.
Implikasinya adalah kebenaran informasi tersebut menjadi tidak jelas atau
kabur. Meski demikian komunikasi informal akan untuk memenuhi kebutuhan sosial,
mempengaruhi orang lain, dan mengatasi kelambatan komunikasi formal yang
biasanya cenderung kaku dan harus melalui berbagai jalur terlebih dahulu .
2.6.
JARINGAN KOMUNIKASI
Jaringan komunikasi organisasi merupakan
suatu saluran dimana informasi melewatinya dari individu yang satu ke individu
lainnya. Jaringan tersebut mangandung alur informasi,
dan ia mencerminkan interaksi formal antar anggota organisasi.
Suatu jaringan dalam sosiologi lazim dikonsepsikan sebagai suatu
tipe hubungan antar actor degan ditandai oleh bentuk interaksi timbal balik
yang simetris. Setiap hubungan antara aktor yang terjalin dalam masyarakat
adalah suatu betuk jaringan If (The Building Block Of Network), karena itu
dasar hubungan social yang berbeda akan melahirkan jaringan yang berbeda pula
(Usman-19991).
5 struktur jaringan komunikasi kelompok,
diantaranya:
1. Jaringan komunikasi lingkaran,
Dalam struktur lingkaran, sebuah organisasi tidak memiliki pemimpin,
semua anggota posisinya sama, setiap orang hanya dapat berkomunikasi dengan dua
orang disamping kiri dan kanannya. mereka memiliki wewenang atau kekuatan yang
sama untuk mempengaruhi kelompok. Model jaringan komunikasi lingkaran ini, pada
semua anggota bisa terjadi interaksi pada setiap tiga tingkatan hirarkinya
tetapi tanpa ada kelanjutannya pada tingkat yang lebih tinggi, dan hanya terbatas
pada setiap level, pada intinya setiap anggota bisa berkomunikasi dengan dua
anggota lain disisinya.
Misalnya, ketika dalam perusahaan, staf dapat menyampaikan
keluhannya pada PR internal perusahaan dan staf lain disampingnya namun dia
tidak dapat menyampaikan langsung pada pihak direktur.
2.
Jaringan Komunikasi Roda
Dalam struktur
roda, sebuah organisasi memiliki pemimpin yang jelas, yaitu posisinya dipusat.
Struktur ini memasukkan satu orang yang berkomunikasi dengan masing-masing
orang dari sejumlah orang lainnya, satu orang tersebut adalah pemimpin. Orang
(pemimpin) ini merupakan satu-satunya yang dapat mengirim dan menerima pesan
dari semua anggota.
Oleh karena
itu, jika seorang anggota ini berkomunikasi dengan anggota lain maka pesannya
harus disampaikan melalui pemimpinnya. Orang yang berada ditengah (pemimpin)
mempunyai wewenang dan kekuasaan penuh untuk mempengaruhi anggotanya.
Penyelesaian masalah dalam stuktur roda .bisa dibilang cukup efektif tapi
keefektifan itu hanya mencakup masalah yang sederhana saja.
Contohnya, pada
kuis tanya jawab di kelas, guru sebagai pemimpin dan fokus perhatian dapat
berhubungan dengan seluruh anggota kelas sedangkan murid di kelas tidak daat
berkomunikasi dengan sesama murid, mereka hanya dapat berkomunikasi dengan
gurunya.
3.
Jaringan Komunikasi Rantai
Dalam struktur rantai dikenal komunikasi sistem arus ke atas
(upward) dan ke bawah (downward), yang artinya menganut hubungan komunikasi
garis langsung (komando) baik ke atas atau ke bawah tanpa terjadinya suatu
penyimpangan.
Sistem komunikasi dalam struktur rantai sama dengan struktur
lingkaran kecuali bahwa para anggota yang paling ujung hanya dapat berkomunikasi
dengan satu orang saja. Keadaan terpusat juga terjadi disini. Orang yang berada
ditengah lebih berperan sebagai pemimpin dari pada mereka yang berada diposisi
lain. Dalam struktur ini, Sejumlah saluran terbuka dibatasi, orang hanya bisa
secara resmi berkomunikasi degan orang-orang tertentu saja.
Sebagai contoh, si A dapat berkomunikasi dengan B, B dengan
C, C dengan D, dan begitu seterusnya. Bentuk komunikasi ini bisa dilakukan oleh
agen terselubung untuk menyampikan pesan melalui satu orang pada orang
selanjutnya dan orang selanjutnya itu menyampaikan pesan pada agen lainnya
lagi.
4.
Jaringan komunikasi bintang

Struktur ini juga hampir sama dengan struktur limgkaran. Dalam arti semua anggota adalah sama dan semuanya memiliki kekuatan yang sama untuk mempengaruhi anggota lainnya. Jaringan ini disebut juga jaringan komunikasi semua saluran / all channel sehingga setiap anggota dapat berkomunikasi dan melakukan timbal balik dengan semua anggota kelompok yang lain. Jaringan pinwheel ini memberikan contoh suatu struktur komunikasi yang desentralisasi.
Jaringan terpusat/sentralisasi dan
desentralisasi memiliki kegunaan yang berbeda. Sebagai contoh, struktur
desentralisasi dapat lebih efektif untuk pemecahan masalah secara kreatif dan
lebih bagus untuk pergerakan informasi secara cepat. Misalnya dalam
rapat organisasi, setia anggota dapat menyampaikan pendapat dan bertukar
pikiran.
5. Jaringan komunikasi bentuk Y
Struktur Y relative kurang
tersentralisasi dibanding karakteristik individu dan perilaku komunikasi dalam
struktur roda. Tetapi lebih tersentralisasi dibanding dengan pola lainnya.
Jaringan Y memasukkan dua orang sentral yang menyampaikan informasi kepada yang
lainnya pada batas luar suatu pengelompokan. Pada jaringan
ini, seperti pada jaringan rantai, sejumlah saluran terbuka dibatasi, dan
komunikasi bersifat disentralisasi atau dipusatkan. Orang hanya bisa secara
resmi berkomunikasi dengan orang-orang tertentu saja.
Dalam struktur Y juga terdapat pemimpin yang jelas, tetapi semua aggota lain berperan sebagai pemimpin kedua. Anggota ini dapat mengirim dan menerima pesan dari dua orang lainnya, sedangkan ketiga anggota lainnya terbatas hanya dengan satu orang saja.
Atau secara
sederhananya adalah tiga orang anggota dapat berhubungan dengan orang-orang
disampingnya seperti pada pola rantai, tetapi hanya ada dua orang yang dapat
berkomunikasi dengan seseorang disampingnya. Misalnya, dalam perusahaan,
direktur sebagai orang pertama ingin menyampaikan pengumuman tentang peraturan
baru perusahaan, PR menjadi perantara atau orang kedua yang menyampaikan pesan
pada staf dan karyawan.
BAB III
PENUTUP
3.1.
KESIMPULAN
Pada dasarnya komunikasi
sangat diperlukan didalam kehidupan sehari-hari dalam aspek apapun, baik itu
dalam kegiatan berorganisasi atau dalam kehidupan sehari-hari, dalam kegiatan berorganisasi, komunikasi diperlukan
dengan tujuan agar sebuah system atau komunikasi yang ada bisa terjalin dengan
sempurna dan lebih baik.
Komunikasi dirumuskan
sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi
melibatkan seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang
mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa
pesan telah diterima.
Tujuan komunikasi
adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita
sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam
bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan
nonverbal, komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi nonverbal atau bahasa
(gerak tubuh). Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan san
mendapatkan umpan balik. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan
timbale balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga
terciptanya suatu hubungan yang mutualisme antara keduanya.
DAFTAR PUSTAKA
Sigit, Soehardi, 2003. Esensi Perilaku Organisasional. Yogyakarta: BPFE UST.
Panuju, Redi. 2001. Komunikasi
Organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tommy Suprapto, 2006. Pengantar
Teori Komunikasi. Yogyakarta: Media
Muhammad,
Arni. 2000. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi
Aksara.
Mulyana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi
Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar